PT Indopremier Sekuritas memproyeksikan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pekan ini bakal menguat setelah melemah 3 pekan berturut-turut.
Jakarta, Beritasatu.com- Pada pekan lalu, laju IHSG tersendat sejumlah sentimen negatif. IHSG melemah -0,7% selama sepekan dengan penurunan terdalam sektor basic materials sebesar 3,4% disusul sektor energi -2,7% dan sektor industrials -2,3%.
Equity Analyst Indo Premier Sekuritas Rifqi Satria Dinandra menyebutkan pada pekan ini investor wajib memperhatikan dua sentimen yakni neraca perdagangan dan suku bunga acuan Bank Indonesia ."Selain itu, dari global ada pengumuman inflasi AS," kata dia kepada Investor Daily, Senin .Sesi I IHSG Hari Ini Datar di 6.762 Neraca perdagangan Indonesia yang dirilis pada 15 Maret diperkirakan akan surplus US$ 3,2 miliar. Sementara BI diperkirakan akan menahan suku bunga acuannya.
Jika neraca perdagangan dan suku bunga BI benar-benar positif, lanjut Rifqi, maka akan mengerek IHSG ke jalur penguatan, karena sudah 3 pekan ini IHSG melemah. Sementara inflasi AS juga akan rilis minggu ini. Data ini penting untuk melihat bagaimana arah kebijakan The Fed. Inflasi akan menentukan arah suku bunga AS."Apabila inflasi kembali naik, The Fed dikhawatirkan akan lebih agresif dalam menaikkan suku bunga," kata dia.
Rifqi Satria Dinandra mengatakan pelemahan IHSG pekan lalu imbas data Tiongkok yang menyebutkan ekonomi hanya akan tumbuh di kisaran 5%. Alhasil, harga-harga mineral dan energi terkena dampaknya Ia menambahkan pada minggu lalu sebenarnya ada 3 sentimen dari dalam ... hal 1 dari 2 halaman Halaman: 12selengkapnya
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Senin 13 Maret 2023IHSG diprediksi berfluktuasi jelang keputusan suku bunga The Fed dan BI, dan sejumlah saham bisa dikoleksi.
Baca lebih lajut »
Suku Bunga The Fed Tinggi, Seberapa Menarik Saham Defensif?Saham defensif masih menarik dicermati di tengah era suku bunga The Fed tinggi.
Baca lebih lajut »
The Fed Beri Sinyal Hawkish, BI Bakal Kerek Suku Bunga lagi?The Fed Beri Sinyal Hawkish, BI Bakal Kerek Suku Bunga lagi?
Baca lebih lajut »
Produk Investasi ini Jadi Pilihan Tepat Saat Suku Bunga NaikProduk RDPU menjadi salah satu intrumen pilihan investiasi yang tepat saat suku bunga naik, karena memiliki underlying asset berupa Deposito.
Baca lebih lajut »
Dolar melemah, prospek suku bunga Fed naik memudar setelah SVB runtuhDolar Amerika Serikat (AS) melemah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena pasar bertaruh Federal Reserve akan melambat jika tidak menghentikan ...
Baca lebih lajut »
Mengekor Bursa Global, IHSG Dibuka Melemah |Republika OnlineInvestor masih akan menilai jalur kenaikan suku bunga serta dampak ekonominya.
Baca lebih lajut »