Diet paleo atau metode makan yang menganjurkan untuk mengasup banyak protein
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- serta meminimalisir konsumsi karbohidrat, banyak dipraktikkan oleh sebagian besar orang. Namun tahukah kamu?
Para peneliti dari Universitas Edith Cowan di Perth, Australia Barat, melibatkan 44 orang peserta yang mempraktikkan diet paleo selama satu tahun. Peneliti kemudian membandingkan mikrobioma usus dan kadar biomarker darah para peserta dengan 47 orang lainnya yang melakukan diet non-paleo dan mengonsumsi cukup biji-bijian utuh.
"Kami menemukan bahwa tingginya kadar TMAO terkait dengan tingkat risiko penyakit kardiovaskular," kata ketua peneliti Angela Genoni, dilansir Mens Health, Sabtu .
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Sains Diet, Bagaimana Makan Lemak Saat Diet Keto Turunkan Berat Badan?Untuk itu, mari kita pahami mekanisme diet keto lebih dalam agar tidak salah kaprah. Simak info selengkapnya disini. Sains
Baca lebih lajut »
Studi: Pola Asuh Sharenting Berbahaya bagi AnakLebih baik orang tua mengunggah pengalaman pengasuhan anak ke media sosial.
Baca lebih lajut »
Studi Kelayakan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Selesai 2020Setelah penentuan struktur selesai, akan berpindah ke tahap konstruksi kereta cepat.
Baca lebih lajut »
Studi: Joging Lebih Baik untuk Kamu yang Ingin Cepat LangsingMasih bingung olahraga apa yang bisa kamu lakukan untuk cepat langsing? Studi terbaru ungkapkan joging menjadi olahraga paling baik, nih!
Baca lebih lajut »
Studi: Makanan Pedas Picu Risiko PikunPenelitian menemukan, konsumsi makanan pedas di usia muda berisiko menimbulkan pikun sebagai gejala awal demensia.
Baca lebih lajut »
Studi Hidrologi di Kitab Inbat al-Miyah al-KhafiyaLewat Kitab Inbat al-Miyah al-Khafiya, al-Karaji mengkaji studi hidrologi
Baca lebih lajut »