Sri Mulyani Ungkap Ancaman Baru Ekonomi Dunia, RI Bisa Kena?

Indonesia Berita Berita

Sri Mulyani Ungkap Ancaman Baru Ekonomi Dunia, RI Bisa Kena?
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 detikfinance
  • ⏱ Reading Time:
  • 44 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 21%
  • Publisher: 63%

Setelah berjibaku dengan wabah penyakit COVID-19 di seluruh dunia dan memperlambat perekonomian, kini dunia akan dihadapkan masalah pada sektor keuangan.

Ancaman baru menghantui ekonomi dunia. Setelah berjibaku dengan wabah penyakit COVID-19 yang menjadi pandemi di seluruh dunia dan memperlambat perekonomian, kini dunia akan dihadapkan masalah pada sektor keuangan.

"Seluruh dunia trennya bergeser, dari masalah penyakit jadi masalah keuangan yang berimbas ke sosial politik," ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan DPD, Selasa . "Risikonya berbeda dari pandemi. Saat pandemi itu terkena rakyat bawah dan UMKM, kalau yang ini sekarang suku bunga naik yang kena adalah korporasi dan lembaga keuangan. Ini adalah tipikal potensi financial crisis," terang Sri Mulyani.Ancaman pada sektor ekonomi ini terjadi setelah adanya tren inflasi alias kenaikan harga global, salah satunya dipicu oleh perang Rusia-Ukraina.

Di sisi lain imbal hasil obligasi US Treasury pun akan naik. Nah, dampaknya ke Indonesia akan ada arus modal asing ke luar negeri. Hal itu bisa menaikkan biaya untuk surat utang yang diterbitkan pemerintah. Alhasil bila pemerintah ingin mencari dana ke luar negeri biayanya akan makin mahal.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

detikfinance /  🏆 18. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Epidemiolog: Tahun ketiga pandemi, pelacakan COVID-19 dunia turunEpidemiolog: Tahun ketiga pandemi, pelacakan COVID-19 dunia turunEpidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman membeberkan bahwa memasuki tahun ketiga pandemi COVID-19, kemampuan tes dan pelacakan di seluruh ...
Baca lebih lajut »

Sempat Positif Covid-19, Seorang Calon Jemaah Haji Asal Tuban Akhirnya BerangkatSempat Positif Covid-19, Seorang Calon Jemaah Haji Asal Tuban Akhirnya BerangkatSeorang CJH asal Tuban, Jawa Timur, yang tertunda keberangkatannya karena terkonfirmasi positif Covid-19 akhirnya bisa berangkat ke tanah suci
Baca lebih lajut »

Update Covid-19: Kasus Baru Bertambah 342 Hari IniUpdate Covid-19: Kasus Baru Bertambah 342 Hari IniAtas penambahan itu maka total kasus Covid-19 tercatat sebesar 6.057.142
Baca lebih lajut »

13 jch asal Grobogan tertunda berangkat karena positif COVID-1913 jch asal Grobogan tertunda berangkat karena positif COVID-19Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo menunda keberangkatan 13 jamaah calon haji asal Gobrogan Jawa Tengah dengan kelompok terbangnya ke ...
Baca lebih lajut »

Kasus Covid-19 DKI Bertambah Jadi 1.027 OrangKasus Covid-19 DKI Bertambah Jadi 1.027 OrangPEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta melaporkan adanya penambahan kasus baru covid-19 per Minggu (5/6) menjadi 1.027 orang.
Baca lebih lajut »

Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Pakar Epidemiologi Sebut Ibadah Haji Relatif Aman Dilakukan - Tribunnews.comPandemi Covid-19 Belum Berakhir, Pakar Epidemiologi Sebut Ibadah Haji Relatif Aman Dilakukan - Tribunnews.comMenurut pakar Epidemiologi Griffith University Dicky Budiman, ibadah haji tahun ini sangat mungkin dan relatif aman untuk dilaksanakan.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-28 18:06:27