Menanggapi keluhan Jokowi soal defisit neraca perdagangan, Sri Mulyani mengatakan pemerintah bakal menggenjot industri, perdagangan, dan investasi.
TEMPO.CO, Jakarta - Menanggapi keluhan Presiden Joko Widodo atau Jokowi soal defisit neraca perdagangan dan transaksi berjalan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah bakal menggenjot kinerja sektor industri, perdagangan, dan investasi.
Dia menuturkan salah satu mengatasi defisit tersebut dengan terus melakukan penerapan bauran solar dengan minyak sawit 20 persen dan meningkatkannya menjadi B30 pada awal tahun depan serta B50 di akhir 2020.'Ya kan langkah-langkah sesuai yang tadi dijelaskan Pak Menko . Kami siap untuk mendukung saja dari industri, perdagangan, investasi itu kan kunci,' ujarnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Jokowi Sindir Neraca Dagang Tekor, Ini Kata Sri MulyaniMantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini pun akan mendukung peningkatan pelaksanaan B20 yang akan menjadi B30 pada Januari 2020,
Baca lebih lajut »
Sri Mulyani: AS, Eropa, China 'Bersin', Dunia Kena 'Flu'Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai penting bagi RI untuk memperkuat fundamental ekonominya, sehingga RI punya daya tahan tinggi menghadapi gejolak global.
Baca lebih lajut »
Adik Mantan Presiden Calonkan Diri sebagai Presiden Sri LankaMantan menteri pertahanan Gotabhaya Rajapaksa secara resmi mencalonkan diri sebagai presiden Sri Lanka hari Minggu (11/8), bertekad memerangi 'terorisme ekstremis' setelah serangan bunuh diri pada Min
Baca lebih lajut »
Jokowi Sindir Neraca Dagang Tekor, Ini Kata Sri MulyaniMantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini pun akan mendukung peningkatan pelaksanaan B20 yang akan menjadi B30 pada Januari 2020,
Baca lebih lajut »
Kurangi Defisit Neraca Perdagangan, Pemerintah Gencar Ekspor Buah-buahanProduk holtikulura Indonesia ternyata memiliki potensi pasar luar negeri yang cukup bagus.
Baca lebih lajut »
Peneliti: Perlu Aliran Modal Asing Demi Transaksi BerjalanPeneliti CIPS Pingkan Audrine Kosijungan menilai aliran modal asing masih diperlukan untuk mengatasi masalah defisit neraca transaksi berjalan.
Baca lebih lajut »