Menteri Keuangan, Sri Mulyani membicarakan soal ekonomi dua negara besar dunia Indonesia dan India
. Keduanya disebut akan memiliki perkembangan pesat di antara 20 negara dengan ekonomi besar lainnya.
"Asia's Greatest Race : Which will go faster: India or Indonesia?" Both countries are pioneering new ways to get rich in a troubled worldArtikel, yang dikutip itu, menuliskan jika India dan Indonesia akan memiliki pertumbuhan ekonomi tercepat pada 2023 mendatang. Tak sampai di situ, diramalkan kedua negara juga akan mengalami hal serupa selama lima tahun ke depan.Kedua negara disebut punya strategi untuk bisa bertumbuh.
Selain itu, kedua negara juga memiliki wilayah luas dengan jumlah penduduk yang banyak. Saat ini ada 1,4 miliar masyarakat India dan 280 juta Indonesia.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Heboh Fenomena Negara Dedolarisasi, BI-Sri Mulyani Buka SuaraGubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo buka suara soal dedolarisasi. Menkeu Sri Mulyani juga pernah berkomentar soal ini.
Baca lebih lajut »
Sri Mulyani Ungkap Hal yang Lagi Ditakuti Menkeu Seluruh DuniaMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkap hasil pertemuan Spring Meeting IMF-World Bank pada pekan lalu.
Baca lebih lajut »
Sri Mulyani Cairkan THR PNS Rp 11,47 T, Udah Terima?pencairan THR untuk aparatur sipil negara (ASN), Polri, TNI dan pensiunan telah mencapai Rp 11,47 triliun per 14 April 2023.
Baca lebih lajut »
Sri Mulyani Lega, Masyarakat Taat PajakSurat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak telah mencapai 12,57 juta atau naik 3,15% atau naik 384.061 pelapor dari capaian tahun lalu.
Baca lebih lajut »
Neraca Perdagangan Surplus 35 Bulan Beruntun, Sri Mulyani: Ekonomi Global MengancamMenteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan Indonesia kembali mengalami surplus neraca perdagangan selama 35 bulan berturut-turut sejak Mei 2020 hingga Maret 2023.
Baca lebih lajut »
Sri Mulyani: Belanja Negara hingga Maret 2023 Capai Rp 518,7 TMenkeu Sri Mulyani mencatat realisasi belanja negara per 31 Maret 2023 mencapai Rp 518,7 triliun atau 16,9% dari pagu belanja APBN 2023.
Baca lebih lajut »