Sri Mulyani terus berkomunikasi dengan BI terkait langkah-langkah pendanaan burden sharing.
Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terus berkomunikasi dengan Bank Indonesia terkait langkah-langkah terhadap pendanaan burden sharing. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga tata kelola yang baik antara pemerintah dan bank sentral.
"Kita beberapa masih diskusi dengan BI jadi total dari Rp 903,46 triliun dari total dampak covid dalam APBN, Rp 397 triliun menyangkut kepentingan publik yaitu kesehatan, perlindungan sosial dan dukungan pada kementerian lembaga pemda untuk dukungan sektoral, seperti ketahanan pangan dan lain-lain," katanya.
"Untuk non publik kita menggunakan diskon 1 persen dari BI reverse repo rate. Non public goods ditanggung pemerintah," kata dia.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Sri Mulyani Sebut Uang Negara di BI Capai Rp400 TriliunMenteri Keuangan Sri Mulyani menyebut uang negara yang ditempatkan di BI sekitar Rp300 triliun sampai Rp400 triliun.
Baca lebih lajut »
Sri Mulyani Buka-bukaan soal Lomba Video New Normal Berhadiah Rp 168 MMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati buka-bukaan soal alasan pemerintah menyelenggarakan video inovasi new normal berhadiah Rp 168 miliar. via detikfinance
Baca lebih lajut »
Sri Mulyani Targetkan Pemulihan Ekonomi Mulai Berlangsung di Kuartal III 2020Pemerintah terus melakukan antisipasi terhadap pelemahan ekonomi akibat pandemi Covid-19.
Baca lebih lajut »
Sri Mulyani: Covid-19 Timbulkan Efek Domino yang Luar BiasaSri Mulyani Indrawati menyebut pandemi virus corona (Covid-19) berdampak sangat luas bahkan hingga sektor ekonomi dan politik.
Baca lebih lajut »
Sri Mulyani Akui Penanganan Corona Dilakukan Secara KeroyokanSri Mulyanu mengaku bahwa penanganan terhadap pandemi Covid-19 dilakukan secara keroyokan. Pasalnya, pembuatan kebijakan...
Baca lebih lajut »
Sri Mulyani Ungkap Progres Stimulus Fiskal di 5 Sektor iniMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, progres dari stimulus fiskal penanganan virus korona atau covid-19 dan PEN.
Baca lebih lajut »