Sri Mulyani: Bangladesh, Sri Lanka dan Pakistan Jadi Pasien IMF
Indrawati menyebut negara-negara di Asia Selatan telah menjadi pasien Dana Moneter Internasional . Bangladesh, Sri Langka, hingga Pakistan saat ini tengah menghadapi kondisi terlilit utang dalam jumlah besar dengan rasio utang negara telah memasuki kondisi 'stress debt'.
"Bank sentral India mengatakan negara-negara di sekitar Asia Selatan semuanya dalam kondisi stres debt-nya. Bangladesh, Sri Langka, Pakistan semuanya masuk pasien IMF," kata Sri Mulyani saat memberikan sambutan di acara CEO Banking Forum diTak hanya itu, negara-negara Timur Tengah seperti Mesir juga akan menghadapi situasi yang tidak mudah. Utamanya dalam hal impor bahan bakar.
Mantan Direktur Pelaksana Dunia ini menyebut terdapat 63 negara dunia dalam kondisi memiliki rasio utang yang tinggi atau tidak sustainable. Makanya, tahun 2023 setiap negara harus bisa mengendalikan tingkat inflasinya.Alasannya, menaikkan suku bunga dalam kondisi seperti ini kan memberikan dampak yang lebih besar. Tidak hanya menimbulkan resesi tetapi bisa menimbulkan krisis utang.
"Jadi hal ini menjadi satu kewaspadaan, 2023 menang prediksi dari lembaga-lembaga global mengenai dunia kurang menggembirakan. Bukan hanya inflasi dan kemungkinan resesi, kemungkinan juga akan ada masalah dengan debt sustainability di berbagai dunia," kata dia. Sri Mulyani mengatakan, proyeksi ekonomi yang dirilis IMF juga perlu menjadi perhatian. Sebab tahun 2023, pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan hanya tumbuh 2,7 persen. Angka ini lebih rendah dari proyeksi yang dilakukan sejak tahun 2021 yang diramal tumbuh 6 persen dan tahun 2022 yang hanya mampu tumbuh 3,2 persen.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Sri Mulyani: 63 Negara di Dunia Terlilit Krisis Utang, RI Masuk?Menkeu Sri Mulyani mengatakan 63 negara di dunia terlilit krisis akibat utang. Indonesia masuk daftar?
Baca lebih lajut »
Sri Mulyani Menyampaikan Peringatan, Bukan Sekadar Resesi dan UtangMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan peringatan terkait potensi yang mengancam perekonomian global pada 2023 ini.
Baca lebih lajut »
Sri Mulyani Ungkap Ancaman 2023: Inflasi, Resesi, hingga Krisis UtangMenkeu Sri Mulyani mengungkap ancaman yang mengintai ekonomi pada 2023, antara lain inflasi, resesi, hingga krisis utang di negara berkembang.
Baca lebih lajut »
Sri Mulyani Sebut 63 Negara Sedang Terlilit Utang, RI Aman?Menkeu Sri Mulyani menyatakan lebih dari 63 negara di dunia saat ini mengalami permasalahan utang yang tinggi. Lalu, apakah Indonesia aman?
Baca lebih lajut »
Sri Mulyani Sebut Pertumbuhan Ekonomi RI di 2022 Terbaik Sepanjang KarirnyaSri Mulyani Indrawati mengatakan sepanjang dirinya menjadi Menteri Keuangan, baru di tahun 2022 pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh sangat baik
Baca lebih lajut »
IMF Ramal Sepertiga Negara Masuk Jurang Resesi, Sri Mulyani: Kita Tidak TermasukMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati cukup percaya diri jika Indonesia tidak terseret ke dalam jurang resesi.
Baca lebih lajut »