Sri Lanka menghadapi krisis akut di mana mereka tidak mampu membayar impor bahan makanan, pupuk, obat-obatan, dan bahan bakar karena kehabisan devisa. * Global
Laporan terbaru tersebut disampaikan Menteri Tenaga dan Energi Sri Lanka Kanchana Wijesekera pada Minggu , sebagaimana dilansirSri Lanka tengah menghadapi krisis akut di mana mereka tidak mampu membayar impor bahan makanan, pupuk, obat-obatan, dan bahan bakar karena kehabisan devisa.Wijesekera menuturkan, pengiriman bahan bakar baru sedang disiapkan.
Tetapi, negara tersebut sedang berjuang untuk mengumpulkan dana yang cukup untuk membayar karena bank sentral hanya dapat memasok sekitar 125 juta dollar AS . Sri Lanka hanya memiliki cadangan 12.774 ton solar dan 4.061 ton bensin yang tersisa, kata Wijesekera kepada wartawan di Kolombo. Diberitakan sebelumnya, Wijesekera bahkan mengatakan bahwa negaranya tinggal memiliki sisa bensin kurang dari satu hari, sebagaimana dilansir
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Sudah Kronis, Sri Lanka Sampai Tak Mampu Beli BBMSri Lanka sedang berjuang untuk mengumpulkan US$ 587 juta untuk membayar pengiriman bahan bakar.
Baca lebih lajut »
UPDATE Sri Lanka Bangkrut: Cadangan BBM Tersisa Kurang dari Sehari!Sri Lanka bangkrut dan hampir lumpuh karena cadangan BBM yang dimiliki terus menyusut. Kini bahkan disebut tersisa kurang dari satu hari.
Baca lebih lajut »
Kasihan Sri Lanka, Stok BBM-nya untuk Satu Hari Pun KurangStok bensin di Sri Lanka hanya sekitar 4.000 ton, itu untuk konsumsi kurang dari satu hari. Stok bahan bakar minyak (BBM) yang dimiliki Sri Lanka saat ini hanya...
Baca lebih lajut »
Sri Lanka Bangkrut Tapi Putuskan Beri Sumbangan 6 Juta Dosis Vaksin Pfizer ke Myanmar - Tribunnews.comSri Lanka memutuskan untuk menyumbangkan 6 juta dosis vaksin virus corona (Covid-19) Pfizer ke Myanmar meski negaranya dalam keadaan bangkrut.
Baca lebih lajut »