Kongres Sampah II Jateng digelar di salah satu desa di Klaten yang dinilai bagus dalam pengelolaan sampah.
SOLOPOS.COM - Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, membuka Kongres Sampah II di Paseban Candi Kembar-Candi Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Sabtu . Klaten menjadi tuan rumah Kongres Sampah II Jawa Tengah pada Sabtu-Minggu . Kongres yang akan membahas permasalahan sampah di Jateng ini digelar tepatnya di Paseban Candi Kembar, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan.
Permasalahan detail dalam penyelenggaraan pengelolaan sampah meliputi lima aspek yakni sosial budaya, kelembagaan, pendanaan, teknologi, serta hukum. Kegiatan itu diikuti sekitar 500 peserta secaraatau daring. Mereka terdiri atas unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, serta masyarakat/komunitas peduli lingkungan.Salah satu output yang diharapkan muncul dari kongres ini adalah rumusan permasalahan dan langkah-langkah tindak lanjut yang strategis dalam penyelenggaraan pengelolaan sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah , Widi Hartanto, menjelaskan dipilihnya Desa Bugisan, sebagai lokasi Kongres Sampah II bukan tanpa alasan.“Di desa ini sudah ada satgas sampah. Di desa ini juga sudah mampu mengelola sampah secara mandiri. Selain itu ada peraturan desa yang mengatur tentang sanksi ketika membuang sampah sembarangan kena denda Rp200.000.
Widi berharap dari Kongres Sampah ini akan muncul rumusan yang menjadi rekomendasi berbagai unsur dalam pengelolaan sampah. “Kongres sampah menjadi pengingat untuk bersama-sama menangani sampah,” jelas dia.Terkait produksi sampah di Jateng, Widi mencapai 6 juta ton/hari. “Sudah ada pengurangan sampah 30-40 persen. Artinya masyarakat sudah mengurangi sampah dan ada yang dimanfaatkan kembali,” ungkap dia.
Disinggung inovasi Pemprov Jateng untuk mengurangi sampah, Widi menjelaskan DLHK sudah menyiapkan bantuan sarana dan prasarana untuk pembentukan bank sampah serta pendirian TPS3R. “Pada 2022-2023 kami menyiapkan TPST regional di Kabupaten Magelang,” jelas Widi.Sekretaris Daerah Jateng, Sumarno, menjelaskan dari produksi sampah di Jateng yang mencapai 6 juta ton per hari yang terkelola baru 62 persennya. Lantaran hal itu, dia menilai butuh usaha bersama mengelola sampah.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Prakiraan Cuaca Klaten Hari Sabtu Ini: Hujan Siang-Malam
Baca lebih lajut »
Ada Pemeliharaan Jaringan Hari Ini, Cek Pemadaman Listrik di KlatenBerikut ini jadwal pemeliharaan dan pemadaman listrik yang terjadi di Klaten, Jawa Tengah, pada hari ini, Sabtu, 25 Juni 2022.
Baca lebih lajut »
180 Bibit Atlet Bulu Tangkis Klaten Berlaga di Kapolres Cup 2022Polres Klaten menggelar turnamen bulu tangkis Kapolres Cup 2022 di GOR Ivana Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara yang digelar Kamis-Sabtu (23-25/6/2022).
Baca lebih lajut »
180 Bibit Atlet Bulu Tangkis Klaten Berlaga di Kapolres Cup 2022Polres Klaten menggelar turnamen bulu tangkis Kapolres Cup 2022 di GOR Ivana Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara yang digelar Kamis-Sabtu (23-25/6/2022).
Baca lebih lajut »
Ini Lokasi Rumah Batu WonogiriRumah Batu alias Omah Batu berada di Desa Genengharjo, Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri.
Baca lebih lajut »
28 Juni Jadi Penentuan PSSI Ajukan Tuan Rumah Piala Asia 2023 atau Tidak - Bolasport.comMochamad Iriawan, menyebut bahwa 28 Juni 2022 menjadi tenggat waktu bagi federasi apakah akan mengajukan tuan rumah Piala Asia 2023 atau tidak
Baca lebih lajut »