Soal Vaksin Covid-19 Rusia, AS: Datanya Tidak Lengkap dan Ditutup-tutupi

Indonesia Berita Berita

Soal Vaksin Covid-19 Rusia, AS: Datanya Tidak Lengkap dan Ditutup-tutupi
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 SINDOnews
  • ⏱ Reading Time:
  • 24 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 13%
  • Publisher: 51%

Menteri Kesehatan AS, Alex Azar mengatakan bahwa vaksin Rusia masih dalam tahap awal pengembangan dan datanya tidak lengkap,...

Azar mengatakan, adalah hal penting untuk menghadirkan vaksin yang aman dan data-datanya transparan. Dia menyebut, vaksin AS akan terbukti aman dan datanya juga akan transparan, dan dapat dilihat oleh para pakar.

"Kami menggunakan seluruh kekuatan di AS untuk menyuguhkan vaksin aman secepat mungkin. Tidak hanya untuk warga AS, tapi juga warga dunia. Dua dari enam vaksin AS, memasuki fase ketiga beberapa pekan lalu," ucap Azar. "Vaksin rusia baru fase awal dan data-datanya juga tidak dibuka, tidak transparan. Vaksin kami sesuai standar global," sambungnya, saat melakukan telekonferensi dengan jurnalis Asia Pasifik yang turut diikuti Sindonews pada Rabu .

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

SINDOnews /  🏆 40. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

5 Fakta Penting Soal Rusia Miliki Vaksin Covid-19 Pertama di Dunia5 Fakta Penting Soal Rusia Miliki Vaksin Covid-19 Pertama di DuniaBerikut 5 fakta penting tentang Rusia menyatakan negara pertama di dunia memiliki vaksin Covid-19 hari ini, 11 Agustus 2020.
Baca lebih lajut »

Ciptakan Vaksin Corona, Rusia juga Luncurkan Situs Resmi Vaksin Sputnik VCiptakan Vaksin Corona, Rusia juga Luncurkan Situs Resmi Vaksin Sputnik VVaksin terebut diberi nama Sputnik V, diambil dari nama satelit Uni Soviet.
Baca lebih lajut »

Kata Peneliti LIPI Soal Vaksin COVID-19 Rusia: Bagaimana pun Uji Klinis Tetap DiperlukanKata Peneliti LIPI Soal Vaksin COVID-19 Rusia: Bagaimana pun Uji Klinis Tetap DiperlukanWien menambahkan, apabila efektivitas suatu vaksin tidak mencapai 50 persen, maka produk tersebut bisa dianggap gagal.
Baca lebih lajut »

Tanggapan Kemenkes RI Soal Klaim Rusia Buat Vaksin COVID-19 Pertama di DuniaTanggapan Kemenkes RI Soal Klaim Rusia Buat Vaksin COVID-19 Pertama di DuniaRusia mengklaim vaksin COVID-19 Sputnik V pertama di dunia, simak tanggapan Kemenkes.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-04-05 06:21:58