Ketua DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) Abdul Rahman Saleh memprotes keras kebijakan Gubernur Sultra Ali Mazi yang menyetujui...
Ketua DPRD Sultra Abdul Rahman Saleh tampak marah-marah, saat melakukan video conference dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah di ruang kerjanya, DPRD Sultra, Rabu petang. Foto/iNews/Febriyanto Tamenk- Ketua DPRD Sulawesi Tenggara Abdul Rahman Saleh memprotes keras kebijakan Gubernur Sultra Ali Mazi yang menyetujui kedatangan 500 tenaga kerja asing China di pabrik pemurnian nikel di Kecamatan Morosi, Konawe.
Dalam video conference tersebut, Ketua DPRD Sultra memprotes keras kebijakan Gubernur Ali Mazi yang menyetujui kedatangan 500 TKA China untuk masuk ke wilayah Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe. “Kedatangan TKA ini harus ditunda. Sebelum semua syarat bisa dipenuhi oleh TKA tesebut, baik syarat bebas COVID-9 maupun dokumen lainnya maka mereka tak boleh masuk. Sebab selama ini TKA yang datang bekerja di Sultra masih menggunakan visa kunjungan,” kata Ketua DPRD Sultra Abdul Rahman Saleh.
Dia berharap agar Forkopimda dapat duduk bersama membahas polemik soal rencana masuknya 500 TKA China ke wilayah Sultra. Juga harus memperhatikan kesejahteraan tenaga kerja lokal yang saat ini tengah bekerja di perusahaan pemurnian nikel tersebut.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Soal Kedatangan 500 TKA China, DPRD Sultra Minta Ada Evaluasi Kepatuhan PerusahaanKetua DPRD Sultra menduga banyak perusahaan di Kawasan Industri Morosi, Konawe, yang mempekerjakan TKA dengan visa kunjungan.
Baca lebih lajut »
Gubernur Sultra Akhirnya Setuju Kedatangan 500 TKA ChinaGubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi akhirnya berubah pikiran menyetujui kedatangan 500 tenaga kerja asing (TKA)...
Baca lebih lajut »
Sempat Menolak, Gubernur Kini Sultra Izinkan 500 TKA China Bekerja di KonaweSetelah diizinkan, 500 TKA asal China itu akan datang secara bertahap ke Konawe. Pada tahap pertama, ada 146 tenaga kerja yang didampingi empat tenaga medis | Regional
Baca lebih lajut »