Data yang diklaim itu berisi informasi sensitif seperti nama, nomor telepon, alamat, hasil tes PCR, dan lokasi tempat pasien Covid-19 dirawat.
TEMPO.CO, Jakarta - Peretas dengan nama akun Database Shopping mengklaim memiliki 231.636 data pribadi pasien Covid-19 yang dijual di situs terbuka Raid Forums. Situs ini sebelumnya juga digunakan peretas untuk menjual data pengguna Tokopedia awal Mei lalu.Data yang diklaim itu berisi informasi sensitif seperti nama, nomor telepon, alamat, hasil tes PCR, dan lokasi tempat pasien dirawat dan dilaporkan dijual seharga US$ 300 atau sekitar Rp 4,2 juta.
Menurutnya, sejak awal memang sebaiknya Badan Siber dan Sandi Negara dan Deputi Siber Badan Intelijen Negara dilibatkan oleh lembaga negara dalam mengawal sistem informasi mereka, sehingga tidak terkesan hanya diperlukan saat terjadi kebocoran data dan menjadi korban peretasan.Dalam kasus pembobolan data Covid-19, kata Pramata, bisa jadi peretas selain ingin menjual data juga ingin menunjukkan betapa lemahnya perhatian dan pengamanan sistem di tanah air.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Data Covid-19 Diretas, DPR Kebut UU Perlindungan Data PribadiData Covid-19 Diretas, DPR Kebut UU Perlindungan Data Pribadi. RUU PDP ditargetkan paling lama tuntas pada bulan Agustus 2020.
Baca lebih lajut »
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 19 Juni 2020Berikut ini update data kasus Covid-19 untuk provinsi di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra.
Baca lebih lajut »