Ketua DPRD Sultra menduga banyak perusahaan di Kawasan Industri Morosi, Konawe, yang mempekerjakan TKA dengan visa kunjungan.
Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh menilai, untuk mengizinkan para TKA itu bekerja, harusnya tidak sekadar mempertimbangkan aspek kesehatan di tengah wabah virus corona.Abdurrahman bahkan meminta perusahaan yang mempekerjakan warga negara asing di Kawasan Industri Morosi dievaluasi kepatuhannya. “Coba kita jujur bahwa 80 hingga 90 persen TKA yang masuk di Indonesia menggunakan visa kunjungan dan ini sangat merugikan negara.
Sebelumnya dalam rapat yang dihadiri Forum pimpinan daerah dan unsur tokoh masyarakat serta tokoh agama, Pemerintah Provinsi Sultra menyetujui rencana kedatangan 500 TKA di Kawasan Industri Morosi, Kabupaten Konawe.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
500 TKA Asal China Diizinkan Masuk ke Sultra |Republika Online500 TKA China diizinkan masuk di Sultra.
Baca lebih lajut »
500 TKA Asal China Diizinkan Masuk ke Sultra |Republika OnlineSebanyak 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal negara China, dalam waktu dekat akan masuk di Sulawesi Tenggara (Sultra). TKA China SulawesiTenggara
Baca lebih lajut »
Sempat Menolak, Gubernur Sultra Kini Terima 500 TKA China Masuk WilayahnyaGubernur Sultra Ali Mazi mengatakan 500 orang TKA asal China telah diizinkan masuk wilayahnya. Para TKA asal China itu, kata Gubernur, bakal bekerja membangun smelter di PT VDNI Morosi. Berikut penjelasannya: TKA China
Baca lebih lajut »
Gubernur Sultra Akhirnya Setuju Kedatangan 500 TKA ChinaGubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi akhirnya berubah pikiran menyetujui kedatangan 500 tenaga kerja asing (TKA)...
Baca lebih lajut »
Alasan Sultra Akhirnya Terima Kedatangan 500 TKA China |Republika OnlineGubernur Ali Mazi akhirnya menerima kedatangan 500 TKA China untuk bekerja di Konawe.
Baca lebih lajut »