Menurut Rhenald, cara baru untuk melawan keputusan WTO tentang ayam impor Brasil adalah dengan perang tagar.
TEMPO.CO, Jakarta - Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univeritas Indonesia, Rhenald Kasali mendorong pemerintah untuk berani melawan sanksi yang dijatuhkan Organisasi Perdagangan Dunia perkara impor ayam dari Brasil. Menurut dia, perlawanan ini bukan tanpa alasan, melainkan guna melindungi para peternak dalam negeri.
Rhenald menjelaskan bahwa negara itu menggunakan cara-cara komunikasi untuk menyebarkan tagar #saveorangutan. Dengan tagar itu, mereka berusaha mempengaruhi publik dengan menggunakan isu penyelamatan orang utan agar mereka tidak membeli sawit dari Indonesia.'Misalnya Uni Eropa kalah di WTO dengan minyak sawit, yang digunakan orang utan. Mereka pakai orang utan untuk orang Indonesia sendiri dan di sana agar mereka tidak membeli minyak sawit,' ungkap Rhenald.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Belum Izinkan Impor Daging Brasil, Kemendag Tunggu Surat BUMNKementerian Perdagangan masih menunggu surat penugasan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebelum menerbitkan izin impor daging sapi dari Brasil.
Baca lebih lajut »
Korpri Dorong Pemerintah Rampungkan Aturan Skema PensiunSekretaris Jenderal Korpri Bima Harya Wibisana berharap PP soal gaji dan tunjangan, serta PP soal Pensiun dan Jaminan Hari Tua bisa segera keluar.
Baca lebih lajut »
Soal Bekasi Gabung Jakarta, Anies Baswedan Tunggu Keputusan...Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan angkat bicara soal wacana bergabungnya Kota Bekasi menjadi bagian dari Provinsi DKI...
Baca lebih lajut »
Pemerintah Harus Sikapi soal Penghinaan Mahasiswa Papua di Jatim
Baca lebih lajut »
Mayweather Bantah Kabar Negosiasi Rematch Lawan PacquiaoFloyd Mayweather membantah melakukan negosiasi di Arab Saudi soal kemungkinan menjalani rematch atau tarung ulang lawan Manny Pacquiao.
Baca lebih lajut »