Teori konspirasi terkait teknologi 5G sebagai penyebab Covid-19 terus dibantah penyedia jaringan.
VP Technology Relations & Special Project Smartfren, Munir Syahda Prabowo mengatakan jauh sebelum pandemi Covid-19, keberadaan jaringan 5G diterpa kabar tak sedap, salah satunya adalah sebagai penyebab burung jatuh dari udara."Sebelum Covid pun sudah banyak rumor, saya kira pasti tahu saat itu dirumorkan kalau burung serombongan lewat di depan tempat 5G jatuh semua," kata Munir dalam konferensi virtual, Rabu .
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Qualcomm Rilis Snapdragon 690, Siap Boyong 5G ke Smartphone Rp 4 JutaanKehadiran chipset Snapdragon 690 ini nantinya membuat lebih banyak vendor teknologi yang merilis smartphone 5G dengan harga terjangkau, sekitar USD 300 (setara Rp 4 jutaan).
Baca lebih lajut »
Bos XL Axiata Ungkap Penyebab Layanan 5G Belum Tersedia di RIDirektur Utama PT XL Axiata Tbk Dian Siswarini menjelaskan alasan layanan 5G belum juga diimplementasikan di Tanah Air.
Baca lebih lajut »
Peningkatan Kecepatan Jaringan ke 5G Belum Prioritas PemerintahAnang Latif mengatakan peningkatan kecepatan jaringan dari 4G ke 5G belum jadi prioritas pemerintah dalam waktu dekat
Baca lebih lajut »
5G Dianggap Tularkan Corona, Warga Bolivia Hancurkan Tiang TelekomunikasiWarga desa Bolivia menghancurkan tiang-tiang telekomunikasi pada Senin (15/6/2020). Hal ini karena teknologi 5G dikhawatirkan bisa menularkan virus Corona. VirusCorona 5G
Baca lebih lajut »