Gus Ipul menjelaskan, pembahasan mengenai perluasan program MBG bagi lansia dan penyandang disabilitas sudah dilakukan bersama BGN sebelum Dadan Hindayana jadi tersangka
Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan program makan bergizi gratis bagi lansia dan disabilitas tetap berlanjut meski ada kasus korupsi. Pemerintah sedang merevisi Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 untuk memasukkan lansia dan disabilitas sebagai penerima manfaat program tersebut.
) untuk lansia dan disabilitas tetap akan berlanjut meski adanya pergantian kepala Badan Gizi Nasional dan kasus korupsi pengadaan barang yang menjerat mantan kepala BGNGus Ipul menjelaskan, pembahasan mengenai perluasan program MBG bagi lansia dan penyandang disabilitas sudah dilakukan bersama BGN sebelum Dadan Hindayana ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung. Namun, rencana tersebut belum dapat direalisasikan lantaran belum tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG.
"Waktu itu sebenarnya sudah mau dilaksanakan, tetapi ternyata tidak ada di dalam Perpres. Karena itu kami coba mengajukan perubahan dan kami juga sudah mendapatkan arahan dari Pak Presiden untuk ditindaklanjuti bersama Menteri Sekretaris Negara," kata Gus Ipul. Menurut dia, Kemensos telah mengusulkan penambahan layanan MBG khusus bagi lansia dan penyandang disabilitas dalam revisi Perpres tersebut.
Nantinya, makanan bergizi akan disiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi terdekat, sementara proses distribusi kepada penerima manfaat akan melibatkan pendamping atau caregiver yang disiapkan Kemensos. Kami sudah meminta kepada Sekretaris Negara agar ada penambahan dalam Perpres, yaitu MBG khusus lansia dan penyandang disabilitas . Jadi nanti yang melayani SPPG-SPPG terdekat, sementara caregiver atau yang mengantar berasal dari Kementerian Sosial. Saat ini masih dalam proses," ujarnya.
Ia menegaskan perubahan yang diusulkan dalam revisi Perpres tersebut berupa penambahan kelompok penerima manfaat program MBG, sehingga layanan tidak hanya menyasar peserta didik dan kelompok yang telah diatur sebelumnya.dan penyandang disabilitas merupakan salah satu agenda perluasan penerima manfaat yang sempat disiapkan BGN. Meski demikian, pelaksanaannya tertunda karena belum memiliki dasar hukum.
Rencana itu kini tetap dilanjutkan pemerintah di tengah proses hukum yang menjerat mantan Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua mantan wakil kepala BGN terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa dalam program MBG. Ikuti Kuisnya ➔
Mbg Untuk Lansia Saifullah Yusuf Makan Bergizi Gratis Dadan Hindayana
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
BGN libatkan BKKBN hingga kepala desa verifikasi data MBG 3B di NabireBadan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire, Papua Tengah, melibatkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) hingga kepala desa dan aparat ...
Read more »
BGN Hentikan Sementara Tiga Dapur MBG di Manokwari, Instalasi Limbah Belum Penuhi StandarBGN Perketat Standar Keamanan Pangan, Tiga Dapur MBG di Papua Barat Dihentikan Sementara
Read more »
Program MBG Butuh Susu Banyak, BGN Akui Kewalahan Penuhi PasokanBGN akui kewalahan penuhi pasokan susu untuk program MBG yang butuh jutaan susu anak. Solusi perlu kolaborasi pemerintah dan peternak sapi perah.
Read more »
Presiden Prabowo Subianto Hadiri Acara Konsolidasi Program MBG, Tiga Mantan Pimpinan BGN DitahanPresiden Prabowo Subianto menghadiri acara konsolidasi pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari seluruh penjuru Indonesia pada saat tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) ditahan oleh Kejaksaan Agung. Ia memberikan pengarahan mengenai program MBG dan mengungkapkan sedihnya akibat penggantian mantan pimpinan BGN. Ia mendapatkan laporan mengenai kekurangan, kejanggalan, dan indikasi penyelewengan dalam penyelenggaraan MBG oleh pimpinan BGN sebelumnya. Ia menekankan bahwa MBG merupakan upaya pemerintah untuk memastikan pemenuhan gizi anak sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara nasional.
Read more »




