Sistem Proporsional Terbuka Menciptakan Ruang Perselisihan Antarkader Partai Makin Besar

Indonesia Berita Berita

Sistem Proporsional Terbuka Menciptakan Ruang Perselisihan Antarkader Partai Makin Besar
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 jpnncom
  • ⏱ Reading Time:
  • 20 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 11%
  • Publisher: 59%

Sistem Proporsional Terbuka Menciptakan Ruang Perselisihan Antarkader Partai Makin Besar sistemproporsionalterbuka

jpnn.com - JAKARTA - Dekan Fakultas Hukum Universitas Udayana, Bali, Doktor Putu Gede Arya Sumertha Yasa mengatakan sistem proporsional terbuka pemilihan calon legislatif lebih menghadirkan semangat individualis akibat praktik pasar bebas yang terjadi, ketimbang iklim musyawarah dalam menghadirkan wakil rakyat mumpuni sebagaimana Sila Keempat Pancasila.

“Bayangkan saja, caleg yang memiliki kualifikasi mumpuni dari aspek intelektual selalu kalah dengan caleg yang mengandalkan modal besar, bahkan ironinya dari pemilu ke pemilu biaya yang dikeluarkan caleg makin mahal," ujar Putu Gede kepada media, Kamis . Menurut Putu Gede, tentunya ini jauh dengan semangat nilai musyawarah yang dikehendaki oleh pendiri bangsa Indonesia.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

jpnncom /  🏆 25. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Ini Alasan Muhammadiyah Ingin Pemilu TertutupIni Alasan Muhammadiyah Ingin Pemilu TertutupSistem pemilu proporsional terbuka memiliki banyak kekurangan sehingga mengusulkan diganti ke sistem proporsional tertutup.
Baca lebih lajut »

Polemik Sistem Pemilu, Ini Beda Proporsional Terbuka dan TertutupPolemik Sistem Pemilu, Ini Beda Proporsional Terbuka dan TertutupPerubahan sistem pemilu proporsional terbuka menjadi sistem proporsional tertutup kini tengah menjadi polemik.
Baca lebih lajut »

KPU Kaji Pelaksanaan Pemilu Proporsional TertutupKPU Kaji Pelaksanaan Pemilu Proporsional TertutupKPU telah mengkaji perbedaan pelaksanaan pemilu dengan sistem proporsional terbuka dengan sistem proporsional tertutup.
Baca lebih lajut »

Kenapa Sistem Proporsional Terbuka Lebih DemokratisKenapa Sistem Proporsional Terbuka Lebih DemokratisProblem demokrasi kita adalah kartel politik dan klientelisme, serta lemahnya partai menjaring calon anggota legislatif yang akan menegakkan visi dan misi partai di lembaga-lembaga perwakilan. KoranTempo
Baca lebih lajut »

Tanpa PDIP, 8 Fraksi Dukung Sistem Proporsional Terbuka pada Pemilu 2024Tanpa PDIP, 8 Fraksi Dukung Sistem Proporsional Terbuka pada Pemilu 2024Tanpa PDIP, 8 Fraksi Dukung Sistem Proporsional Terbuka pada Pemilu 2024 Pemilu2024
Baca lebih lajut »

Kecuali PDIP, 8 Fraksi di DPR Kompak Dukung Sistem Proporsional TerbukaKecuali PDIP, 8 Fraksi di DPR Kompak Dukung Sistem Proporsional Terbuka8 fraksi itu menyatakan sikap politik bersama setelah mencuatnya kemungkinan kembali berlakunya sistem proporsional tertutup.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-03-01 02:18:03