Siapkah RI Hadapi Hiperendemi COVID-19? 4 Hal Ini yang Menentukan

Indonesia Berita Berita

Siapkah RI Hadapi Hiperendemi COVID-19? 4 Hal Ini yang Menentukan
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 detikcom
  • ⏱ Reading Time:
  • 56 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 26%
  • Publisher: 51%

Pandemi COVID-19 di RI punya kemungkinan berubah menjadi hiperendemi. Menurut pakar, salah satu faktor penentunya adalah cakupan vaksinasi dan herd immunity.

. Mengatasi hal tersebut, pakar menyebut pemerintah Indonesia perlu menyiapkan roadmap pengendalian. Salah satu faktornya, yakni vaksinasi COVID-19.

" yang pertama, jumlah kasus harus sangat rendah. Berapa rendahnya? Kurang dari 20 per 100 ribu penduduk per minggu. Kemudian yang kedua, positivity rate harus kurang dari lima persen," terang ahli epidemiologi dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia , dr Masdalina Pane, pada detikcom, Kamis . "Ketiga, angka rawat tidak boleh lebih dari 5 per 100 ribu penduduk atau tidak lebih dari 15 persen dari kasus yang terkonfirmasi. Yang keempat, angka kematian karena COVID-19 dan probable harus rendah. Berapa rendahnya? Kurang dari 1 per 100 ribu penduduk," lanjutnya.Menurutnya, penemuan vaksin dan obat juga menjadi faktor pengendalian pandemi.

. Artinya dia masih punya pekerjaan rumah untuk terus mengendalikan itu sampai dengan angkanya terkendali," ujar dr Pane. "Apa dampaknya kalau belum terkendali? Tentu pembatasan-pembatasan terus akan dilakukan. Negara-negara lain juga akan terus mengamati. Jangan sampai kita ditolak masuk ke negara lain atau menjadi negara yang termasuk diberi 'travel warning' oleh negara-negara lain," pungkasnya.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

detikcom /  🏆 29. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Berpantun, Sandiaga Uno Ungkap 2 Modal Indonesia Terbebas dari Jeratan Pandemi Covid-19Berpantun, Sandiaga Uno Ungkap 2 Modal Indonesia Terbebas dari Jeratan Pandemi Covid-19Sandiaga Uno mengatakan pandemi covid-19 berdampak langsung terhadap masyarakat hampir dua tahun belakangan.
Baca lebih lajut »

Ketua Umum Parpol Apresiasi Kinerja Pemerintah Tangani Pandemi Covid-19Ketua Umum Parpol Apresiasi Kinerja Pemerintah Tangani Pandemi Covid-19Pimpinan partai politik koalisi pendukung pemerintah memberikan apresiasi atas penanganan pandemi Covid-19.
Baca lebih lajut »

60 Staf Unair Meninggal Dunia Sepanjang Pandemi Covid-1960 Staf Unair Meninggal Dunia Sepanjang Pandemi Covid-19Sepanjang pandemi Covid-19 berlangsung, Universitas Airlangga Surabaya sudah kehilangan sebanyak 60 orang staf. UNAIR
Baca lebih lajut »

India Disebut-sebut Masuk Fase Endemi COVID-19, Apa Bedanya dengan Pandemi?India Disebut-sebut Masuk Fase Endemi COVID-19, Apa Bedanya dengan Pandemi?Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan COVID-19 di India kemungkinan sudah masuk fase endemi. Lantas, apa bedanya pandemi dan endemi?
Baca lebih lajut »

Pertama Kali Selama Pandemi, Kasus Baru COVID-19 Australia Melonjak Lebih dari 1.000Pertama Kali Selama Pandemi, Kasus Baru COVID-19 Australia Melonjak Lebih dari 1.000Negara bagian New South Wales, Australia, yang termasuk kota terpadat di negara itu Sydney, mengumumkan rekor 1.029 kasus COVID-19 selama 24 jam sebelumnya. Australia...
Baca lebih lajut »

946 Anak di Bekasi Menjadi Yatim dan Piatu Selama Pandemi Covid-19946 Anak di Bekasi Menjadi Yatim dan Piatu Selama Pandemi Covid-19Ada tiga wilayah yang memiliki angka anak yatim dan piatu paling tinggi. Yakni Kecamatan Medan Satria dengan jumlah 225 anak, Pondokgede 120 anak, dan Bekasi Timur 112 anak.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-26 22:16:21