Layanan 5G dapat memberikan dampak luas terutama kepada operator telekomunikasi.
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -- Peluncuran layanan 5G dapat meningkatkan pendapatan tahunan operator telekomunikasi Indonesia sebanyak US$1,83 miliar di tahun 2025 menurut studi dari Cisco. Studi ini menekankan bahwa teknologi 5G memiliki kelebihan, di antaranya 50 kali lebih cepat, 10 kali lebih responsif, dan daya konektivitas yang jauh lebih rendah.
Komersialisasi dari berbagai bentuk pemanfaatan teknologi 5G juga bisa dipercepat, seperti misalnya penyelenggaraan smart cities, industri 4.0, penyebaran Internet of Things , dan lainnya. Dengan begitu, operator telekomunikasi bisa meningkatkan pendapatannya baik dari konsumen maupun klien perusahaan.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Layanan 5G Percepat Kinerja Digitalisasi Usaha NasionalDampak terbesar akan dirasakan oleh sejumlah sektor utama seperti manufaktur dan jasa
Baca lebih lajut »
Cisco Prediksi Layanan 5G Masuk Indonesia pada 2022Singapura akan menjadi negara pertama di ASEAN yang melakukan transisi ke teknologi 5G.
Baca lebih lajut »
Transisi ke Jaringan 5G, Ini yang Harus Dilakukan PemerintahPada 2025 nanti penetrasi 5G diperkirakan bisa mencapai 25 hingga 40 persen di ASEAN.
Baca lebih lajut »
Pengguna Digital Indonesia tak Masalah Bayar Mahal untuk 5GPengamat memaparkan, operator perlu menyediakan layanan konektivitas tingkat tinggi.
Baca lebih lajut »
Indonesia Ingin Terapkan Jaringan 5G, Ini TantangannyaSalah satu tantangan besar dalam hal ini adalah terbatasnya ketersediaan spektrum untuk implementasi layanan 5G serta jaringan suboptimal yang dihasilkan.
Baca lebih lajut »
5G Diprediksi Dongkrak Pendapatan Operator 1,8 Miliar DolarRiset dari Cisco menyebut 5G akan mengubah pengalaman orang di dunia digital.
Baca lebih lajut »