Kini, pertanyaan besar yang menghantui Iran, Timur Tengah, dan dunia adalah, seperti apa Iran tanpa Khamenei?
Para ulama Syiah Irak membawa potret Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam aksi protes di jembatan menuju Zona Hijau yang dihuni Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad, untuk menolak serangan AS-Israel ke Teheran pada Sabtu .
Kriteria : akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di politik Iran dan Timur Tengah pada hari Minggu, 1 Maret 2026, ternyata sudah tidak sama lagi dengan hari-hari sebelumnya. Pasalnya, tepat pada Sabtu, 28 Februari 2026, serangan presisi Amerika Serikat dan Israel ke Teheran berhasil mengakhiri perjalanan panjang arsitek utama perlawanan terhadap hegemoni Barat di kawasan ini, yakni Sebagaimana telah disaksikan, langit Teheran yang biasanya diselimuti polusi, siang itu dikoyak oleh raungan jet tempur siluman dan dentuman rudal jelajah dalam operasi berskala masif. oleh Pasukan Pertahanan Israel memang bukan invasi darat konvensional dan ternyata memang tidak dimaksudkan demikian. Amerika Serikat dan Israel tampaknya telah membuang jauh-jauh buku panduan perang Irak 2003 yang sangat melelahkan. Amerika, bersama Israel, kini justru mulai mengadopsi cetak biru yang jauh lebih klinis, yakni model"dekapitasi pimpinan" yang sebelumnya diuji coba dalam operasi terhadap rezim Venezuela awal tahun 2026 ini. Strategi baru ini bukan lagi tentang bagaimana menghancurkan seluruh tentara lawan di perbatasan, tapi tentang memenggal"kepala ular" dalam satu serangan tunggal yang dikalkulasikan akan melumpuhkan seluruh sistem saraf pusat kekuasaan negara.Serangan dimulai tepat setelah matahari terbit, waktu yang dipilih secara sengaja untuk menangkap momen ketika para elite pengambil kebijakan Iran sedang berkumpul di pusat kota setelah subuh. Operasi ini melibatkan koordinasi yang luar biasa antara jet siluman F-35, pembom strategis B-2 Spirit, dan penggunaan masif drone serang sekali pakai generasi terbaru yang dijuluki LUCAS, sebuah sistem yang ironisnya meniru teknologi drone Shahed milik Iran sendiri. Target utamanya sangat spesifik sekaligus berlapis. Gelombang pertama serangan difokuskan untuk mematikan mata dan telinga pertahanan udara Iran, termasuk sistem rudal S-400 yang baru saja digelar. Setelah langit dianggap bersih, fokus beralih ke fasilitas pengayaan uranium di Natanz dan Fordow, serta pangkalan rudal balistik di Karaj dan Isfahan. Namun, target utama dari seluruh serangan tersebut adalah kompleks kediaman dan kantor Pemimpin Tertinggi di distrik pusat Teheran, Pasteur. Setidaknya 30 bom presisi tinggi menghujani target tersebut dalam hitungan menit. Citra satelit yang dirilis oleh Airbus DS beberapa jam kemudian menunjukkan pemandangan yang cukup jelas, bangunan-bangunan yang selama ini menjadi simbol kekuasaan absolut Khamenei berubah menjadi reruntuhan. Tak pelak, operasi ini berhasil mencapai dekapitasi strategis yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah modern Timur Tengah. Proses verifikasi kematian Khamenei melewati fase ketegangan yang cukup dinamis di ruang siber dan media internasional. Selama hampir 24 jam pertama, Teheran mencoba memainkan taktik pengaburan informasi untuk meredam kepanikan. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi sempat menegaskan kepada media Barat bahwa Pemimpin Tertinggi dalam kondisi aman, upaya “putus asa” untuk menjaga moral militer yang nampaknya mulai goyah. Namun, narasi tersebut mulai goyang ketika Presiden Donald Trump melalui media sosialnya menulis dengan nada kemenangan bahwa"salah satu orang paling jahat dalam sejarah telah tiada." Kabar ini diperkuat oleh bocoran intelijen Israel yang menunjukkan visual jenazah sang Ayatollah sedang dievakuasi dari reruntuhan. Dan akhirnya, pada Minggu pagi, stasiun televisi pemerintah IRIB menyiarkan lantunan ayat suci Al-Qur'an dengan latar belakang hitam, kode universal di Iran untuk duka cita nasional yang mendalam. Pengumuman resmi pun muncul bahwa Ali Khamenei telah mencapai"kesyahidan".Dan dunia kini harus menghadapi kenyataan bahwa figur yang telah mendominasi politik Iran selama 37 tahun itu telah meninggalkan panggung kekuasaan untuk selamanya, menyisakan vakum kepemimpinan di tengah peperangan yang masih berkecamuk.Jika PT. Agrinas Tetap Melanjutkan Import 105 Ribu Pik Up India, KSPN minta KPK dan BPK Segera Lakukan AuditApresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.comApresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
IRGC Umumkan Operasi Ofensif Terbesar Usai Tewasnya Ayatullah Ali KhameneiLangkah ini diambil setelah adanya konfirmasi mengenai syahidnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei
Read more »
Iran Berduka: 40 Hari Berkabung Nasional Setelah Kematian Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei Akibat Serangan RudalIran dilanda duka mendalam setelah kematian Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan rudal yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Pemerintah mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan akan ada transisi kepemimpinan sementara. Ketegangan meningkat di kawasan Timur Tengah.
Read more »
Siapa Ali Khamenei dan Bagaimana Suksesi Kepemimpinan Iran Setelah Kematiannya?Ayatollah Ali Khamenei yang terbunuh dalam serangan AS-Isarel merupakan penentang utama AS.
Read more »
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?Portal berita yang menyajikan informasi terhangat baik peristiwa politik, entertainment dan lain lain
Read more »
Ali Khamenei: Perjalanan Hidup Pemimpin Tertinggi Iran dan Dampaknya bagi DuniaKematian Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, menandai berakhirnya sebuah era. Artikel ini mengulas perjalanan hidup Khamenei, dari masa kecil hingga memegang tampuk kekuasaan, serta dampaknya bagi politik Iran dan dunia. Informasi tambahan tentang jadwal puasa Ramadhan dan kesehatan juga disajikan.
Read more »
Pesan Terakhir Ali Khamenei: Hiduplah Panjang Umur, Baru Setelah Itu Wafatlah Sebagai SyahidBerita tentang kematian Ali Khamenei masih menjadi salah satu kabar paling mengejutkan di kancah internasional. Beliau tewas dalam serangan militer gabungan AS dan Israel
Read more »



