BPOM melatih para penjual jamu di Yogyakarta agar memproduksi jamu yang lebih aman, bersih serta tetap menjaga kualitasnya.
TEMPO.CO, Yogyakarta - Pelaku usaha jamu gendong di Yogyakarta tetap menggeliat di masa pandemi Covid-19. Sebagian dari para penjual jamu di Yogyakarta juga telah mendapatkan pelatihan dan sertifikasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk menjamin produk mereka aman dan higienis.
Pribadi Wicaksono'Saat memilih bahan, harus yang segar. Seperti jahe, temulawak, dan buah asem. Jangan menggunakan bahan yang tidak layak supaya hasilnya bagus,' ujar Indana. Dalam proses penyimpanan jamu siap jual, botol-botol kaca yang digunakan harus benar-benar bersih dan telah dicuci ulang lalu dikeringkan. Dilarang mengisi jamu ke dalam botol bekas pakai tanpa dicuci dan dikeringkan dulu.Cara menjual jamu kepada konsumen juga menjadi perhatian di masa pandemi Covid-19.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Penyelenggara Pilkada Harus Ketat Jalani Protokol Kesehatan |Republika OnlineMasih ada penyelenggara yang abai terhadap protokol kesehatan.
Baca lebih lajut »
Wakil Gubernur Sumut Pimpin Upacara HUT Kemerdekaan RIUpacara dengan mengatur jarak, menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan.
Baca lebih lajut »
JK Optimistis Indonesia Bisa Kendalikan Covid-19JK mengimbau warga disiplin protokol kesehatan dan mengikuti seluruh anjuran pemerintah.
Baca lebih lajut »
Guru Difabel Semangat Ikuti Upacara Bendera |Republika OnlineAda masalah tulang belakang dan penyakit gula, membuat Azis hidup di kursi roda.
Baca lebih lajut »
Menko PMK Harap HUT ke-75 RI Jadi Momentum Budaya Disiplin Protokol KesehatanMuhadjir Effendy mengatakan, kedisiplinan dalam jalankan protokol kesehatan selama pandemi diharapkan dapat menjadi budaya baru.
Baca lebih lajut »