Ratusan calon penumpang gagal mendapatkan tiket karena tak memenuhi syarat.
JAKARTA – Angkutan penumpang terbatas tak begitu diminati sepekan setelah beroperasi. Okupansi sejumlah moda jauh di bawah kapasitas yang diperkenankan. PT Kereta Api Indonesia yang mengoperasikan kereta luar biasa sejak 12 Mei lalu malah mengurangi jumlah kereta penumpang setelah dua hari berjalan.
Dari sebelumnya delapan gerbang, KAI hanya mengoperasikan satu gerbong eksekutif dan ekonomi premium dalam satu rangkaian. Kapasitas total yang tersedia sejak 14 Mei lalu hanya 66 tempat duduk dalam setiap perjalanan. Vice President Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan okupansi pada dua hari pertama kurang dari 10 persen dari total kapasitas kereta."Pernah juga kami membawa hanya satu penumpang," katanya, kemarin. Perusahaan juga mengurangi frekuensi perjalanan sejak tiga hari lalu. Kereta dari Surabaya menuju Jakarta hanya dioperasikan setiap tanggal genap, sedangkan kereta dari arah Jakarta dan Bandung menuju Surabaya dioperasikan pada setiap tanggal ganjil. Joni menyatakan rendahnya okupansi dipicu ketatnya persyaratan untuk bepergian menggunakan kereta api. Dia mencatat terdapat 214 calon penumpang yang gagal mendapatkan tiket. Permohonan pembelian tiket calon penumpang tersebut ditolak oleh posko satuan tugas karena tak memenuhi syarat. Meskipun jumlah okupansi kereta rendah, Joni menyatakan terdapat tren kenaikan penumpang dalam beberapa hari terakhir."Walau tidak signifikan juga," ujarnya. Hingga kemarin pagi, terdapat 787 tiket yang dijual KAI. Kondisi serupa juga terjadi pada moda angkutan penyeberangan."Jumlah penumpang pejalan kaki dan kendaraan pribadi hanya 6 persen dari total kapasitas," ujar Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi. Sebelum diizinkan beroperasi secara terbatas, ASDP mengalami penurunan penumpang pejalan kaki hingga 23 persen dibanding tahun sebelumnya. Hingga Maret, penumpang kategori ini hanya 191 ribu, sedangkan pada periode yang sama tahun lalu mencapai 248 ribu. Adapun kendaraan pribadi turun 2 persen dari 618 ribu pada awal 2019 menjadi 606 ribu pada tahun ini. Direktur Utama PT Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyatakan okupansi pesawat domestik yang dioperasikan terbatas juga tak selalu penuh."Tidak banyak penumpangnya, sekitar 20-30 persen," katanya. Garuda saat ini melayani sekitar 302 rute penerbangan domestik. Pemerintah mengizinkan kendaraan penumpang beroperasi secara terbatas mulai 7 Mei 2020. Kebijakan tersebut diputuskan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melalui Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19. Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyatakan pengoperasian kendaraan umum dibatasi untuk penumpang khusus, yaitu mereka yang bepergian untuk keperluan penanganan Covid-19. Setiap calon penumpang wajib menunjukkan surat tugas dari instansi terkait. Orang yang bepergian pun harus melampirkan surat keterangan dari fasilitas kesehatan."Mereka juga harus menunjukkan bukti tiket pergi dan pulang," ujarnya. Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menerbitkan peraturan Menteri Perhubungan yang berisi larangan operasi kendaraan penumpang. Juru bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati, menyatakan pihaknya terus memantau implementasi kedua aturan tersebut. Adita mengklaim sejauh ini implementasi pelonggaran masih terkendali. VINDRY FLORENTIN
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Bandara Ahmad Yani Semarang Sepi Meski Ada Extra FlightGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memantau langsung kondisi Bandara Ahmad Yani yang lengang.
Baca lebih lajut »
Menjamin Makan Siang Tepat Waktu - Ilmu dan Teknologi - koran.tempo.coKulina mencatat kenaikan pesanan dua kali lipat di masa pandemi Covid-19.
Baca lebih lajut »
Obligasi Global Inalum Diminati Investor - Ekonomi dan Bisnis - koran.tempo.coSurat utang Bank Mandiri dan Hutama Karya mencatat kelebihan permintaan.
Baca lebih lajut »
VIDEO: Dulu Pusat Wisata, Venesia Kini Sepi Akibat CoronaMeskipun penguncian wilayah sudah dibuka oleh pemerintah Italia, kota Venesia masih terlihat sepi, terutama dari keramaian turis mancanegara.
Baca lebih lajut »
Sepi Penumpang Pesawat, Bandara Changi Tutup Terminal 4 dan 2Bandara ini juga dilaporkan telah menutup seluruh terminal akibat kurangnya lalu lintas penerbangan. Mal Jewel tetap dibuka.
Baca lebih lajut »




