Harus ada langkah terobosan agar sepeda listrik tetap dapat digunakan masyarakat dengan nyaman dan aman.
Jelang tahun ajaran baru ini, tepatnya di Solo, Jawa Tengah penjualanmengalami peningkatan karena sebagian masyarakat menganggap alat transportasi ini cukup bermanfaat.
Namun sayangnya, sepeda listrik cukup berbahaya dikendarai oleh anak di bawah umur karena bisa dikendalikan secara instan dengan kecepatan setara uji tabrak mobil, 20 Kpj sampai 50 Kpj. "Pertama, para produsen sepeda listrik atau motor listrik, mereka harus memiliki kewajiban untuk edukasi konsumennya," kata Rio kepada Kompas.com, Jumat .Anggota polisi menegur seorang pengendara sepeda listrik yang masuk jalan umum
"Lalu produsen juga harus berikan edukasi, ketika berkendara. Misal sepeda untuk anak, harus diedukasi ini bukan dipakai untuk jalan raya. Ini harus dipaksa, produsen melakukan itu ," kata Rio.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Sepeda Listrik Berbeda dengan Sepeda Gowes, Berbahaya Saat Dibawa Anak-anakSepeda listrik bukan seperti sepeda biasa yang ada kayuhannya, lebih berbahaya karena kecepatannya yang instan dan terlalu mudah dikendarai
Baca lebih lajut »
[POPULER OTOMOTIF] Bocah Foto di Samping Lamborghini | Sepeda Listrik Berbeda dari Sepeda Gowes | Anak Kecil Naik Sepeda Listrik Meninggal DitabrakDeretan artikel otomotif terpopuler pada Jumat (28/7/2023), mulai bocah foto di samping Lamborghini hingga anak kecil meninggal naik sepeda listrik.
Baca lebih lajut »
Peminat Sepeda Motor Listrik Masih Coba DitumbuhkanDengan populasi sepeda motor BBM lebih dari 120 juta di Indonesia, dengan pertumbuhan 5-6 persen per tahun, maka perlu upaya bersama untuk menekan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan. Termasuk dengan motor listrik. Ekonomi AdadiKompas
Baca lebih lajut »
Gus Yahya: NU harus jadi solusi atas persoalan masyarakatKetua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menyatakan semua lembaga otonom di bawah Nahdlatul Ulama (NU) harus menjadi solusi ...
Baca lebih lajut »