PT Bangun Karya Perkasa Jaya akan melangsungkan pencatatan (listing) perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (25/7/2022).
Jakarta, Beritasatu.com - Perusahaan konstruksi nasional spesialisasi fabrikasi baja tersebut menjadi perusahaan tercatat ke-28 di BEI tahun ini dengan kode KRYA.
Bangun Karya akan mencatatkan sebanyak 1,62 miliar saham. Dengan harga penawaran umum perdana sebesar Rp 125 per saham, maka nilai kapitalisasi pasar KRYA sebesar Rp 203,12 miliar. Advertisement “Saham Bangun Karya Perkasa Jaya akan tercatat di papan pengembangan. Perseroan juga akan mencatatkan waran dengan kode KRYA-W. Exercise price KRYA-W senilai Rp 156,” jelas BEI dalam keterangan tertulis.IHSG Menguat 3,5% dalam Seminggu Sementara itu, selama IPO, Bangun Karya melepas sebanyak 325 juta saham baru atau setara 20%. Jumlah dana yang diperoleh sebesar Rp 40,62 miliar. Perseroan pun menerbitkan sebanyak 162,5 juta waran seri I.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Pemerintah Bangun 33.476 Unit BMN Infrastruktur, Rogoh Rp 483 Miliar'Selain 7 jenis BMN Infratruktur EBT di atas, pemerintah juga sedang melaksanakan program pemasangan paket APDAL,' kata Sumartono.
Baca lebih lajut »
Siapkan Rp 483 M, ESDM Bangun 33.476 BMN Energi Baru Terbarukan di 2022 | merdeka.comKementerian Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM) di 2022 menargetkan akan dibangun sebanyak 33.476 unit BMN Infrastruktur energi baru terbarukan. Anggaran yang disiapkan sebesar Rp 483 miliar.
Baca lebih lajut »
Rasakan 2 Gejala Ini Saat Bangun Pagi Hari, Patut Curiga Kena Omicron'Jika Anda memperhatikannya, yang terbaik adalah mengasumsikan atau curiga itu adalah Covid-19,' tegasnya.
Baca lebih lajut »
Universitas BSI Bangun Komitmen dan Kontribusi Bersama Orang Tua Mahasiswa |Republika OnlineDalam BKOT, juga membahas dukungan orang tua kepada anak-anak.
Baca lebih lajut »
3 WNA yang Diamankan karena Memotret Objek Vital di Sebatik Mengaku sedang Survei Bangun JembatanTiga WNA yang diduga melanggar keimigrasian karena memotret objek vital di wilayah Sebatik yang merupakan perbatasan itu berasal dari Malaysia dan Tiongkok
Baca lebih lajut »
Indonesia Gawat Darurat Kekerasan Seksual Anak, Negara Diminta Bangun Ruang Belajar Ramah AnakWasekjen Generasi Muda Pembangunan (GMPI), Dedy Candra menyatakan bahwa pentingnya untuk menciptakan ruang belajar yang ramah bagi perempuan dan anak serta
Baca lebih lajut »