Selepas Lebaran, Pedagang di Indramayu Sebut Harga Beras Belum Normal |Republika Online

Indonesia Berita Berita

Selepas Lebaran, Pedagang di Indramayu Sebut Harga Beras Belum Normal |Republika Online
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 43 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 20%
  • Publisher: 63%

Harga beras yang belum normal diduga karena tingginya harga gabah.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU — Selepas Lebaran, harga beras di tingkat pedagang wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dikabarkan belum normal. Menurut seorang pedagang beras di Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, Uung, harga beras kualitas medium saat ini berkisar Rp 11.500-12 ribu per kilogram.premium disebut berkisar Rp 12.500-13 ribu per kilogram. “Tadinya dikira harga beras akan turun setelah Lebaran, ternyata meleset. Sampai sekarang harga beras masih tinggi,” kata Uung, Selasa .

Menurut Uung, belum normalnya harga beras ini diduga akibat tingginya harga gabah. Saat ini, harga gabah kering panen disebut masih sekitar Rp 5.300-5.800 per kilogram, bergantung kualitas dan varietasnya. “Mungkin karena panen sekarang tidak serentak, jadi harga gabahnya mahal. Kalau harga gabahnya mahal, ya harga beras akan menyesuaikan,” kata Uung.

Meski harga beras belum normal, Uung mengatakan, tingkat penjualan komoditas tersebut terbilang meningkat. Peningkatan penjualan ini diperkirakan karena maraknya hajatan yang digelar masyarakat. Di Kabupaten Indramayu, terutama di wilayah perdesaan, beras biasanya menjadi salah satu bentuk hadiah yang diberikan oleh tamu undangan. Biasanya beras untuk hadiah itu kualitas medium atau yang dikenal dengan sebutan beras tumbuk, yang harganya sekitar Rp 9.000-9.200 per kilogram.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

republikaonline /  🏆 16. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Lebaran Ketupat, Tradisi Selepas Idul Fitri dengan Filosofi Kebersamaan dan Saling MemaafkanLebaran Ketupat, Tradisi Selepas Idul Fitri dengan Filosofi Kebersamaan dan Saling MemaafkanSebagian masyarakat Indonesia menjalankan tradisi Lebaran Ketupat setelah Idul Fitri berlalu, ini sejarah dan filosofinya.
Baca lebih lajut »

Waspada! Corona Mengintai Selepas Lebaran 2023Waspada! Corona Mengintai Selepas Lebaran 2023Belum ada data di Indonesia merujuk standar global, yang menunjukkan parameter situasi endemi. Statistik kasus sebelum libur Lebaran justru meningkat.
Baca lebih lajut »

Sepekan Lebih Setelah Lebaran, 33 Perusahaan di Yogyakarta Belum Bayar THR LebaranSepekan Lebih Setelah Lebaran, 33 Perusahaan di Yogyakarta Belum Bayar THR LebaranHingga 1 Mei 2023, sebanyak 33 perusahaan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diketahui belum membayar uang tunjangan hari raya (THR) Lebaran 2023.
Baca lebih lajut »

Libur Lebaran, Pedagang Ikan Laut di Pelabuhan Ratu Panen CuanLibur Lebaran, Pedagang Ikan Laut di Pelabuhan Ratu Panen CuanBanyaknya wisatawan yang datang ke kawasan Pelabuhan Ratu, Sukabumi, pada momen libur lebaran 2023 ini, membuat pedagang ikan laut semringah.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-27 09:45:40