Selebaran berlogo KPU berisikan kalimat yang dipersepsikan mendukung kubu Koalisi Perubahan beredar di Plupuh Sragen. PDIP Sragen protes ke KPU.
Di dalam selebaran itu juga mencantum akun media sosial dan berisi tulisan merah ‘Satu Suara’ dan tulisan hitam besar ‘untuk perubahan’ disertai dengan gambar tangan yang mengacungkan jari manis terkena tinta hitam.Jangan lupa 14 Februari 2024, pastikan Anda terdaftar sebagai pemilih.“Seharusnya KPU bisa memilihyang tidak tendensius atau memiliki persepsi publik bahwa KPU berpihak kepada perubahan yang di mana kontestan politik juga mengusung jargon yang sama,” tulis Bambang.
Dimintai konfirmasi soal itu, Ketua KPU Sragen, Minarso, mengaku bahwa selebaran itu duat oleh Panitia Pemilihan Kecamatan Plupuh. Dia mengakui kalau anggota Panitia Pemilihan Kecamatan Plupuh kurang cermat meskipun secara hukum tidak ada masalah karena calonnya belum ada. Minarso menyebut hanya secara etika memang kurang pas. Minarso langsung memerintahkan kepada PPK Plupuh untuk menghentikan selebaran itu, baik di media sosial maupun media lainnya.itu tanpa berpikir ke situ. Jadi itu bukan produknya KPU. Secara hukum tidak apa-apa, karena belum ada calonnya. Saya meminta teman-teman berhati-hati, yang sudah telanjur cetak dibekukan saja untuk menghindari tafsir dan persepsi masyarakat,” kata Minarso.
Dulu saat Pilkada, jelas dia, KPU pernah menggunakan kalimat pemilu aman, lancar, dan tertib. Tiba-tiba ada calon yang menggunakan slogan dengan kata aman. Akhirnya kata aman oleh KPU Sragen tidak digunakan lagi. “Ya, hampir sama dengan selebaran di Plupuh itu. Masyarakat punya persepsi terhadap kata perubahan karena ada tokoh yang muncul dengan membawa slogan perubahan,” jelasnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Siap-siap, Desa Wisata di Sragen Berkesempatan Dapat Bantuan KemenparekrafRevisi UU Kepariwisataan itu dilakukan untuk pemerataan pembangunan dan memberikan kesempatan promosi terintegrasi yang sama kepada seluruh destinasi pariwisata di Indonesia dalam mendapatkan, termasuk desa wisata yang tumbuh belakangan.
Baca lebih lajut »
Raih Omzet Rp3 Miliar, Warga di Sendang Kun Gerit Sragen Gelar Kirab BudayaKirab tujuh tumpeng itu sebagai wujud syukur kepada Tuhan atas perkembangan Sendang Kun Gerit Gemolong yang cukup pesat.
Baca lebih lajut »
Diduga Aniaya Bakul Tahu Kupat, Pemuda di Tangen Sragen Ditangkap PolisiKasatreskrim Polres Sragen mengatakan modus operandinya terlapor sakit hati terhadap orang tuanya karena pada saat terlapor meminta uang kepada orang tua, tetapi orang tua menyuruh terlapor meminta uang kepada korban.
Baca lebih lajut »
Asal-usul dan Mitos Sendang Kun Gerit, Hidden Gem di Gemolong SragenWisata Sendang Kun Gerit di Gemolong sragen dibuka kali pertama pada 31 Juli 2022 dan hingga kini omzetnya mencapai lebih dari Rp3 miliar.
Baca lebih lajut »
Tragis, Mengecat Tower Pamsimas, Warga Miri Sragen Meninggal Tersengat ListrikPekerja asal Desa Doyong, Kecamatan Miri, Sragen Meninggal dunia setelah tersengat listrik saat Mengecat menara air di desa setempat. Korban sempat terjatuh dari tangga begitu Tersengat listrik.
Baca lebih lajut »