Kecenderungan masyarakat bersikap apatis setelah hampir enam bulan pandemi Covid-19 berjalan membuat para penyintas penyakit ini geram. Metropolitan adadikompas
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan saat rekan-rekannya memakamkan jenazah dengan prosedur khusus penanganan jenazah pasien Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Senin .
Nyawa mertua tidak tertolong karena suplai oksigen ke paru-parunya tidak mencukupi, tetapi Kamaludin dan Yuni masih bisa diselamatkan. Kamaludin diisolasi di sebuah rumah sakit, sementara Yuni memilih di rumah sendirian. Anak-anak mereka kirim untuk tinggal bersama kerabat. Selama satu bulan lebih keluarga itu terpisah.
Kubu kedua ialah warga yang meremehkan pandemi. Mereka menolak mengenakan masker dan menganggap bahwa Covid-19 sudah berlalu. Kamaludin selaku ketua satuan tugas terus mengingatkan mereka, tetapi warga malah balik mengatakan tidak apa-apa karena melihat Kamaludin dan istrinya bisa sembuh. Pada awal Agustus, lembaga yang sering didatangi Angga untuk urusan pekerjaan mengungkapkan salah satu karyawannya positif Covid-19. Mereka meminta orang-orang dari kantor mitra yang sering datang ke tempat itu agar mengikuti tes usap tenggorokan. Tak disangka Angga juga positif, padahal ia sama sekali tidak batuk, pilek, dan demam.ketika hasil pemeriksaan keluar. Saya langsung menelepon istri dan meminta agar ia, ayah, dan adik juga segera dites,” katanya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Cerita 3 Remaja Beasiswa asal China yang Sukses Jadi Miliarder di SingapuraNegeri Singa ini juga ternyata sukses mendidik beberapa orang asing untuk menjadi miliarder dunia.
Baca lebih lajut »
Baru Bebas, Ronaldinho Bikin Ulah Lagi |Republika OnlineRonaldinho belum lama bebas bersyarat setelah dipenjara terkait kasus paspor palsu.
Baca lebih lajut »
Cara Aman Bercinta saat Corona, Pakai Masker dan Posisi Tak Bertatap MukaIdealnya nercinta di masa pandemi harus dilakukan dengan orang-orang yang menjadi bagian dari rumah Anda
Baca lebih lajut »
Wujudkan Hunian Nyaman bagi Warga Indonesia – Bebas Akses[RISET] Refleksi 75 tahun Kemerdekaan Indonesia seharusnya menggugah kesadaran pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat berupa perumahan. Pandemi kembali mengingatkan betapa penting memiliki rumah yang memadai. Riset adadikompas
Baca lebih lajut »
PBNU Minta Akses Perbankan UMKM Dipermudah |Republika OnlineKetum PBNU menilai akses perbankan bagi UMKM sangat sulit.
Baca lebih lajut »