Proses pembalseman diyakini telah mengambil keuntungan dari jalur perdagangan yang datang ke Mesir melalui Indonesia saat ini, India, Teluk Persia, dan Laut Merah sekitar tahun 2000 SM
Para arkelolog belum lama ini menemukan lusinan gelas dan mangkuk di area mumifikasi . Menurut hasil penelitian yang dirilis Rabu , penemuan sejumlah artefak ini telah membantu mengungkap bagaimana orang Mesir kuno mengawetkan mayat di era itu. Yang mengejutkan, beberapa bahannya diimpor dari Asia Tenggara.
Prosesnya memakan waktu hingga 70 hari. Termasuk untuk pengeringan tubuh jenazah dengan garam natron, dan mengeluarkan isi perutnya seperti paru-paru, usus, dan hati. Kemudian para pembalsem, didampingi para pendeta/dukun, membasuh jenazah dan menggunakan berbagai zat untuk mencegahnya membusuk. Tapi, bagaimana persisnya hal ini dilakukan sebagian besar tetap misteri.
Dalam proses pembalseman itu bagian kepala mayat mendapat perawatan paling banyak dengan tiga ramuan berbeda. "Kami telah mengetahui nama dari banyak bahan pembalseman ini sejak tulisan Mesir kuno diuraikan," kata Egyptologist Susanne Beck dalam sebuah pernyataan dari Tuebingen University.Label yang tertera pada sejumlah bejana yang ditemukan itu juga membantu ahli Mesir Kuno mengatasi kebingungan tentang nama beberapa zat tersebut.
Di Saqqara, mangkuk berlabel antiu adalah campuran minyak cedar, minyak juniper atau cemara dan lemak hewani.“Penemuan ini menunjukkan bahwa orang Mesir kuno telah membangun pengetahuan luar biasa yang terakumulasi selama berabad-abad proses pengawetan mayat," kata Philipp Stockhammer, Geoantropologidari Institut Max Planck, Jerman.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Mengenal 3 Jenis Jamu yang Perlu Anda KetahuiJamu adalah obat tradisional yang dibuat degan bahan akar, bahan hewan, bunga, kulit kayu, dan daun.
Baca lebih lajut »
Bahan Bakar Biodiesel B35 Berlaku Hari Ini, Alokasinya Mencapai 13,15 Juta KlBiodiesel B35 ini merupakan bahan bakar dengan presentase pencampuran bahan bakar nabati (BBN) ke dalam bahan bakar minyak (BBM) sebesar 35 persen.
Baca lebih lajut »
Rumah Dieksekusi untuk Tol Japek, Ibu di Karawang Pingsan, Sebagian Warga Bingung Tinggal di ManaSeorang warga menangis hingga pingsan saat melihat rumahnya di Kampung Citaman, Karawang, dieksekusi untuk pembangunan tol Jakarta-Cikampek. Terdapat 24 rumah yang dieksekusi oleh Pengadilan Negeri Karawang. Regional Karawang
Baca lebih lajut »
MinyaKita Langka, Zulhas Sebut karena Bahan Bakunya Tersedot untuk B35Alasan lain langkanya MinyaKita yaitu suplai minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) Indonesia digunakan untuk biodiesel B35.
Baca lebih lajut »
Transparency International: Sebagian Besar Dunia Gagal Perangi KorupsiSebagian besar dunia terus gagal memerangi korupsi. Sembilan puluh lima persen negara hanya membuat sedikit atau bahkan tidak ada kemajuan sejak 2017, kata sebuah studi yang dilakukan oleh sebuah organisasi antikorupsi, Selasa (31/1). Indeks Persepsi Korupsi 2022 Transparency International,...
Baca lebih lajut »
Hujan lebat berpeluang mengguyur sebagian besar wilayah provinsiBMKG sampaikan peringatan dini perihal potensi hujan lebat di sebagian besar wilayah provinsi di Indonesia pada Rabu. Jangan lupa selalu sedia payung ya, Sahabat Antara! 🌂
Baca lebih lajut »