Tidak semua situs atau website dapat dibaca oleh penyandang disabilitas, terutama disabilitas yang menerapkan cara berbeda dalam menggunakan komputer atau ponsel. TempoDifabel
TEMPO.CO, Jakarta - Tidak semua situs atau website dapat dibaca oleh penyandang disabilitas, terutama disabilitas yang menerapkan cara berbeda dalam menggunakan komputer atau ponsel. Sebab itu, pembuat website sebaiknya mengetahui prinsip dan metode membuat situs yang dapat diakses semua pengguna dengan berbagai latar kemampuan.
Accessibility Strategy and Technology Specialist di W3C, Shadi Abou-Zahra mengatakan aksesibilitas dalam sebuah situs berarti memberikan akses kepada penyandang disabilitas agar dapat menggunakan teknologi dan website secara mandiri dan setara. Idealnya, situs dilengkapi aksesibilitas bagi pengguna dengan kemampuan gerak, kemampuan mendengar, kemampuan melihat, serta kemampuan menyerap informasi yang berbeda.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Pelatih Arema FC: Jangan Terlalu Berharap Tinggi pada Pemain, Sebab...Pelatih Arema FC, Eduardo Almeida berharap seluruh pendukung timnya tidak terlalu berharap terlalu tinggi terhadap skuadnya karena... aremafc
Baca lebih lajut »
Sandiaga Prediksi Letupan Wisata usai PPKM Level 4, Sebab...Sandiaga Uno memprediksi ada letupan wisata yang luar biasa dari masyarakat seusai PPKM Level 4. TempoBisnis
Baca lebih lajut »
7.000 Penyandang Disabilitas dan ODGJ Blitar Ancang-ancang DivaksinSebanyak 7.000 penyandang disabilitas dan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Blitar dalam waktu dekat dijadwalkan akan menerima vaksinasi. Sebanyak 7.000...
Baca lebih lajut »
Upaya Pemerintah Tekan Prevalensi Perokok Belum Maksimal, Industri HPTL & Ilmuwan Perlu DilibatkanPemerintah dinilai perlu mengintensifkan upaya baru untuk menekan prevalensi perokok di Indonesia. HPTL
Baca lebih lajut »
Percepat Distribusi Vaksin COVID-19, Pemerintah Perlu Terobosan BaruBeberapa wilayah mengeluhkan kekurangan vaksin COVID-19, pengamat merasa pemerintah perlu terobosan baru.
Baca lebih lajut »