Awalnya wisma atlet Kemayoran disiapkan untuk dijadikan rumah susun sewa untuk MBR. Namun kemudian peruntukannya berubah menjadi rusunawa khusus ASN. Bagaimana nasibnya kini? WismaAtlet via detikfinance
- Hampir setahun sudah gelaran Asian Games dan Asian Para Games 2018 usai. Waktu yang sama pula dirasakan oleh rumah susun Wisma Atlet Kemayoran tak ditempati oleh siapa pun alias kosong tak berpenghuni.
Awalnya wisma atlet Kemayoran disiapkan untuk dijadikan rumah susun sewa untuk masyarakat berpenghasilan rendah . Hal ini telah diproyeksi sejak wisma ini dibangun.Namun kemudian peruntukannya berubah menjadi rusunawa khusus aparatur sipil negara atau PNS dengan alasan masih kurangnya ketersediaan hunian rumah dinas yang bisa dimanfaatkan di Jakarta. Sementara untuk MBR, penyediaan hunian akan dilakukan di sejumlah rusun yang sedang dibangun di ibu kota.
"Itu kewenangan Mensesneg sebagai pemilik aset, tolong tanyakan ke Setneg. PUPR hanya ditugaskan membangun rusun wisma atlet untukAsean Games dan Paragames. Selanjutnya sedang dilakukan proses serah terima aset bangunan ke Setneg," kata Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid kepadaSebelumnya, Direktur Barang Milik Negara Ditjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Encep Sudarwan mengatakan peruntukan Wisma Atlet Kemayoran sebagai rumah dinas PNS telah final.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Bangun 3,9 Juta Unit Rumah, PUPR Butuh Investasi Rp780 TriliunTarget turunkan backlog rumah bagi MBR, PUPR membutuhkan investasi di atas Rp780 triliun untuk membangun 3,9 juta unit rumah...
Baca lebih lajut »
Politisi PKB Dipanggil KPK Terkait Kasus Suap Kementerian PUPRKPK juga akan memeriksa Staf Administrasi Anggota DPR dari Fraksi PKB Musa Zainuddin, Mutakin.
Baca lebih lajut »
PUPR Lelang Kegiatan Rehabilitasi Sekolah dan MadrasahKementerian PUPR mengatakan percepatan rehabilitasi sekolah dan madrasah berdasarkan instruksi Presiden Joko Widodo pada Juli 2018 lalu.
Baca lebih lajut »
PUPR: Butuh Investasi Rp780 T Bangun 3,9 Juta Unit RumahKementerian PUPR menghitung kebutuhan investasi untuk membangun 3,9 juta unit rumah dalam lima tahun ke depan mencapai Rp780 triliun.
Baca lebih lajut »