Saham WMPP diperdagangkan di harga terbawah yang diperbolehkan alias nongkrong di Rp 50/saham.
Dalam kondisi yang tertekan ini, pemilik WMPP Tumiyana malah tercatat melakukan konsolidasi membeli saham perusahaan unggas tersebut. Sebelumnya, Tumiyana tercatat melepas saham perusahaan secara agresif hingga berkali-kali mengalamiData Kustodian Sentral Efek Indonesia mencatat, Tumiyana pada Kamis memesan 400 juta saham perusahaan. Menggunakan harga penutupan Kamis di Rp 50/saham, Tumiyana diestimasi merogoh kocek hingga Rp 20 miliar untuk penambahan kepemilikan di WMPP.
Tumiyana diketahui memiliki 95% saham WMPP sebelum IPO dan kemudian terdilusi menjadi 81,24%. Setelah aksi jualan besar-besaran yang dilakukan saat ini kepemilikan saham Tumiyana tersisa 78%
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Saham PGEO Terus Tertekan, Energy Watch: Geothermal Itu Bisnis Jangka PanjangMenanggapi tertekannya saham PGEO, Wamen BUMN mengatakan jangan melihat pergerakan saham dalam jangka pendek.
Baca lebih lajut »
Imbas SVB Bangkrut, Saham First Republic Anjlok 32,7 PersenSaham-saham perbankan di AS tertekan setelah Silicon Valley Bank (SVB) bangkrut.
Baca lebih lajut »
IHSG Alami Pekan Terburuk, 10 Saham Ini Banyak Dijual AsingPekan lalu menjadi kinerja terburuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak pekan pertama 2023, saham-saham ini dibuangin asing
Baca lebih lajut »
IHSG Pekan Lalu Suram, Tapi Asing Malah Borong 10 Saham IniIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menurun sampai 1,29% menjadi 6.678,24 dalam sepekan, saham-saham ini diborong asing terus
Baca lebih lajut »
Saham Raksasa Batu Bara di RI Ambles, Efek Harga Boncos?Mayoritas saham emiten batu bara raksasa terpantau terkoreksi pada perdagangan sesi I Senin (20/3/2023), ini daftarnya
Baca lebih lajut »
Harga Emas Mulai Loyo, Kok Saham Emas RI Malah Ngacir?Saham emiten pertambangan emas kompak menguat pada perdagangan sesi I Senin (20/3/2023), simak daftarnya
Baca lebih lajut »