Pasar obligasi pemerintah mengalami reli terbesar selama satu dekade.
Kegagalan pemberi pinjaman sektor teknologi Silicon Valley Bank telah mengguncang kepercayaan investor dan memicu serbuan ke aset yang lebih aman seperti obligasi dan emas. Saham perbankan di seluruh dunia pun telah kehilangan nilai ratusan miliar dolar dalam hitungan hari.
Imbal hasil Treasury AS jangka pendek naik 14 basis poin menjadi sekitar 4,17 persen, tetapi mengingat Senin mereka membukukan penurunan satu hari terbesar sejak 1987, maka kenaikan pada Selasa masih meninggalkan imbal hasil pada level terendah dalam enam bulan. Banyak yang menyamakannya dengan krisis keuangan 2008, ketika indikator tekanan pasar keuangan melonjak dan ekuitas runtuh.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Saham Keuangan Global Kehilangan Rp7.153,56 Triliun Dampak Silicon Valley Bank (SBV)Dampak bangkrutnya Silicon Valley Bank (SVB), saham keuangan global kehilangan nilai pasar Rp7.153,56 triliun.
Baca lebih lajut »
Meski HSBC Selamatkan Silicon Valley Bank, Saham Bank di Bursa Eropa JatuhBursa Eropa ambles Senin (14/3/2023) karena kejatuhan Silicon Valley Bank (SVB) membuat saham bank mencapai hari terburuk dalam lebih setahun.
Baca lebih lajut »
Kacau, Saham Perbankan di Amerika Jatuh Hingga 60 Persen, Efek SVB BangkrutKondisi pasar modal di Amerika mengalami kepanikan, bahkan saham bank-bank anjlok hingga 60 persen.
Baca lebih lajut »
Awal Pekan IHSG Diprediksi Menguat, Cermati Saham-Saham IniIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpeluang menguat pada perdagangan Senin (13/3/2023) hari ini.
Baca lebih lajut »
IHSG Berpotensi |em|Rebound|/em| Pekan Ini, Intip Saham-Saham yang Bisa Jadi Pilihan |Republika OnlineTLKM, ISAT, BBRI, BMRI, BBNI, dan AMRT direkomendasikan untuk pekan ini.
Baca lebih lajut »
Sentimen Silicon Valley Bank, Bikin Saham-saham Perbankan di Wall Street AmbrukSentimen krisis Silicon Valley Bank (SVB) masih membayangi investor pasar modal. saham Amerika Serikat.
Baca lebih lajut »