Sejumlah saham sektor energi masih menarik untuk dikoleksi di tengah tekanan.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah saham sektor energi masih menarik untuk dikoleksi di tengah tekanan yang dialami pada komoditas batu bara. Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, mengatakan emiten energi dengan diversifikasi bisnis berkelanjutan akan mendapatkan katalis positif.
Terdapat beberapa faktor pendorong harga energi mengalami penurunan, diantaranya industri manufaktur Eropa masih berada di level kontraksi yang menandakan aktivitas bisnis melemah karena output produksi dan permintaan juga turun. Hal ini sejalan dengan kenaikan suku bunga untuk menekan angka inflasi.
"Melihat katalis turunnya harga energi di tahun 2023 dengan pertimbangan gangguan rantai pasok yang mulai teratasi, kami melihat emiten energi dengan diversifikasi bisnis berkelanjutan akan mendapatkan katalis positif," kata Ratih.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
The Fed Kurangi Agresivitas, Saham-Saham Sektor Ini Paling DiuntungkanMelunaknya The Fed dengan tidak seagresif tahun lalu dalam menaikan suku bunga membuat saham dibeberapa sektor mendapat berkah. Salah satunya sektor perbankan.
Baca lebih lajut »
IHSG Diprediksi Rawan Koreksi, Cermati Saham-Saham IniIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan terkoreksi pada perdagangan hari ini, Jumat (3/2/2023) ke posisi 6.701 – 6.789.
Baca lebih lajut »
Wall Street Dibuka Bergairah Lagi, Saham Teknologi TerbangBursa AS, Wall Street dibuka bergairah hari ini, dipimpin oleh saham-saham raksasa teknologi AS
Baca lebih lajut »
Lagi-lagi Wall Street Reli, Saham-saham Teknologi Mulai Unjuk GigiIndeks-indeks saham utama Wall Street mengalami penguatan dengan Nasdaq dan S&P 500 naik tajam menyentuh level tertinggi dalam lima bulan.
Baca lebih lajut »
Energi Terbarukan Sulit Kejar Peningkatan Energi FosilRealisasi energi terbarukan meningkat. Namun, itu belum cukup mampu mengejar kenaikan energi fosil secara keseluruhan sehingga porsi energi terbarukan dalam bauran energi primer nasional pada 2022 hanya naik 0,1 persen. Ekonomi AdadiKompas
Baca lebih lajut »
IHSG Dibuka Melesat, Saham CENT dan EMTK Tebar CuanSebanyak 166 saham menguat, 97 saham melemah, dam 245 saham stagnan pada awal pembukaan IHSG hari ini.
Baca lebih lajut »