KKB makin berani. Mereka membunuh dua pekerja pembangun jembatan pada sore tadi. KKB
Kedua korban yang meninggal tersebut adalah Rionaldo Raturoma dan Dedi Imam Pamuji. Lokasi kejadian sekitar 10 KM dari kamp milik PT Indo Papua."Memang benar ada laporan tentang pembunuhan dua karyawan, namun laporan lengkapnya masih menunggu dari Kapolres Yahukimo karena saat ini anggota masih berada di TKP," kata Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri ketika dihubungi Antara, Minggu malam.
Kepala Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional Wamena Zepnath Kambu yang dihubungi dari Jayapura, mengakui adanya informasi terjadinya insiden tersebut namun belum ada laporan resmi."Informasi tersebut memang ada namun kami masih menunggu laporan dari Dekai," kata Zepnath Kambu.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Ini 2 KKB Papua Paling Berbahaya dan Sosok PemimpinnyaDari lima kelompok besar KKB yang telah dipetakan oleh Satgas Nemangkawi, ada dua yang paling berbahaya.
Baca lebih lajut »
Karakter BT21 Karya Member BTS Ini Bikin Gemes, Yuk Kenalan dengan Mereka!Karakter BT21 pasti sudah tak asing lagi bagi para Army, yuk kenalan dengan karakter bikinan member BTS ini! Karakter BT21 pasti sudah tak asing lagi bagi para...
Baca lebih lajut »
Pemerintah Belum Ambil Sikap Soal Taliban, Ngabalin: Mereka Masih Ditetapkan sebagai Kelompok Teroris : Okezone NasionalPemerintah Belum Ambil Sikap Soal Taliban, Ngabalin: Mereka Masih Ditetapkan sebagai Kelompok Terori LengkapCepatBeritanya BeritaTerkini Berita News BeritaNasional .
Baca lebih lajut »
19 WNI Terjaring Ops Selundup di Malaysia, Apa Salah Mereka?Aparat Malaysia telah menangkap 19 WNI dalam Ops Selundup yang dilakukan di Johor Baru WNIditangkap
Baca lebih lajut »
'Hari ketika mereka menculik ayahku': Cerita perempuan saat Taliban berkuasa - BBC News IndonesiaSeorang perempuan Afghanistan mengenang kembali penculikan ayahnya saat Taliban berkuasa pada 1999. Ia khawatir kejadian itu akan terulang kembali terhadap warga Afghanistan lainnya, setelah Taliban kembali menguasai negara tersebut.
Baca lebih lajut »