Amerika Serikat (AS) menegaskan tak berdaya setelah Rusia menjadi Presiden Dewan Keamanan PBB.
Rusia diketahui telah mengambil presidensi Dewan Keamanan PBB, meski Ukraina terus meminta anggotanya untuk memblok langkah ini.Terakhir kali Rusia menjadi presidensi adalah Februari 2022, ketika meliuncurkan invasi skala penuh ke Ukraina.Meski Ukraina menyatakan keberatannya, AS menegaskan tak bisa memblok Rusia menjadi presidensi, yang merupakan anggota tetap DK PBB.
Untuk meloloskan pemungutan suara DK PBB, harus ada sembilan negara yang mendukung, dengan tak satu pun dari lima anggota tetap yang memberikan suara menentang.Pada September, mereka juga memveto resolusi yang menyerukan pembalikan aneksasi ilegal empat wilayah Ukraina.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Biden Minta Rusia Bebaskan Reporter AS yang Dituduh Mata-mataPresiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden meminta Rusia membebaskan reporter Wall Street Journal, Evan Gershkovich.
Baca lebih lajut »
Amerika Serikat Klaim Rusia Mendapatkan Amunisi Tambahan dari Korea UtaraGedung Putih mengatakan Rusia tengah mencari lebih banyak senjata dari Korea Utara untuk perang melawan Ukraina, melalui Ashot Mkrtychev.
Baca lebih lajut »
Rusia Tahan Jurnalis Amerika Serikat, Tuduhan Ini Jadi PenyebabnyaPihak berwenang Rusia menahan seorang jurnalis Amerika Serikat (AS) karena dicurigai menjadi mata-mata untuk Washington. Hal tersebt tentunya menuai kecaman dunia barat
Baca lebih lajut »
Terkuak Alasan Rusia Tangkap Jurnalis Asal Amerika SerikatPihak Kremlin, Rusia mengklaim bahwa Gershkovich telah tertangkap basah sebagai mata-mata tetapi media Wall Street Journal dengan keras membantah tuduhan-tuduhan tersebut
Baca lebih lajut »
Sah! Donald Trump Presiden AS Pertama Didakwa Kasus KriminalMantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, resmi didakwa melakukan kasus kriminal.
Baca lebih lajut »
Donald Trump Dijerat Lebih dari 30 Dakwaan Terkait Penipuan BisnisMantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadapi 30 dakwaan terkait penipuan bisnis!
Baca lebih lajut »