Minim dan tidak lengkapnya data penelitian membuat kerja sama terkait produksi atau mendatangkan vaksin COVID-19 Rusia dinilai tidak tepat
Liputan6.com, Jakarta Di tengah pandemi yang belum terlihat akan mereda, Rusia secara resmi mengumumkan bahwa mereka telah menemukan vaksin COVID-19 pertama di dunia dan akan menggunakannya secara luas.
Kepada Health Liputan6.com, vaksinolog dan dokter spesialis penyakit dalam Dirga Sakti Rambe mengatakan, bukan hal yang tepat apabila Indonesia atau negara lain mau bekerja sama dengan Rusia untuk mendatangkan atau memproduksi vaksinnya. Ia menjelaskan, laporan yang baru terdaftar di kepustakaan pun hanya uji klinis fase satu atau baru dicoba ke puluhan orang.
Namun, terkait dengan kerja sama, Dirga menyarankan agar Indonesia tidak melakukan kerja sama terkait vaksin COVID-19 dari Rusia tersebut.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Cerita Penyintas Covid-19: Jangan Kucilkan Pasien Covid-19, Kita Juga Ingin SembuhCovid-19 memang bisa menginfeksi siapa saja, tanpa memandang status dan jabatan seseorang, atau kesiapan mental seseorang untuk menghadapinya.
Baca lebih lajut »
Tanggapan Kemenkes RI Soal Klaim Rusia Buat Vaksin COVID-19 Pertama di DuniaRusia mengklaim vaksin COVID-19 Sputnik V pertama di dunia, simak tanggapan Kemenkes.
Baca lebih lajut »
Rusia Klaim Jadi Negara Pertama yang Ciptakan Vaksin Covid-19, Ini Kata WHOPresiden Vladimir Putin menyatakan Rusia sudah menyetujui vaksin Covid-19, yang diberi nama Sputnik V.
Baca lebih lajut »
Klaim Rusia Ciptakan Vaksin Covid-19: Dikecam Ilmuwan, Dipertanyakan WHOPresiden Vladimir Putin menyebut salah satu putrinya berpartisipasi dalam uji coba vaksin corona bernama Sputnik V itu.
Baca lebih lajut »
Lawan Covid-19, Pekerja Pertamina Jadi Covid Ranger |Republika OnlinePekerja Pertamina menerapkan protokol kesehatan covid-19 setiap saat.
Baca lebih lajut »