Uji coba AS dinilai memprovokasi konflik dan perlombaan senjata baru.
REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Rusia dan China meminta Dewan Keamanan PBB bertemu terkait pernyataan pejabat AS soal rencana mereka mengembangkan dan mengerahkan rudal jangka menengah, Kamis .
Pentagon mengatakan menguji coba rudal jelajah yang dikonfigurasi secara konvensional, Senin . Rudal tersebut menghantam targetnya setelah terbang lebih dari 500 Km. Uji coba itu menjadi yang pertama atas rudal jenis itu sejak AS mundur dari Pakta Nuklir Jarak Menengah era Perang Dingin. Washington secara resmi mundur dari pakta bersejarah 1987 dengan Rusia pada 2 Agustus setelah memastikan Moskow melanggar pakta tersebut, tuduhan yang dibantah oleh Kremlin. Presiden Rusia Vladimir Putin, Rabu, mengatakan AS kini dalam posisi akan mengerahkan rudal jelajah darat baru ke Rumania dan Polandia, skenario yang ia anggap sebagai ancaman, yang harus direspons oleh Moskow.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Rusia dan China: Tes Rudal Darat Tomahawk AS Picu Perlombaan SenjataSetelah keluar dari Perjanjian INF 1987, AS benar-benar menguji coba rudal jelajah Tomahawk berbasis darat yang dilarang...
Baca lebih lajut »
Rusia-China Serukan Pertemuan DK PBB Soal Uji Coba Rudal ASWakil Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB, Dmitry Polyanskiy mengatakan, Rusia dan China telah meminta pertemuan DK PBB soal...
Baca lebih lajut »
Rusia kepada CTBTO: Kecelakaan uji coba nuklir bukan urusan AndaRusia mengatakan kepada organisasi internasional yang dibentuk untuk memverifikasi larangan uji coba nuklir, Selasa, bahwa kecelakaan uji coba militer di ...
Baca lebih lajut »
Sindir Macron, Putin: Saya tidak ingin 'Rompi Kuning' di RusiaVladimir Putin menyindir mitranya dari Prancis pada Senin, dengan mengatakan ia tidak ingin protes "rompi kuning" bermunculan seperti di Prancis, ...
Baca lebih lajut »
Sensor Radioaktif Rusia Mati Misterius Usai Ledakan Tes RudalEmpat stasiun pemantau radioaktif di Rusia dilaporkan berhenti mengirimkan data dua hari setelah insiden ledakan uji coba misil di Nyonoksa pada 8 Agustus lalu.
Baca lebih lajut »