Rusia dan China Kerja Sama Militer, AS Hadapi 2 Kekuatan Nuklir untuk Pertama Kalinya Sindonews BukanBeritaBiasa .
WASHINGTON - Kerja sama militer yang erat antara Rusia dan China telah menimbulkan keprihatinan besar bagi Amerika Serikat . Sebab, Washington harus menghadapi dua lawan sebaya bersenjata nuklir untuk pertama kalinya.
Keprihatinan itu disampaikan komandan Komando Strategis AS, Laksamana Charles Richard, dalam diskusi forum online dengan Hudson Institute.Menurut Richard, AS belum pernah menghadapi dua lawan sebaya yang bersenjata nuklir dan sistem teknologinya tinggi. Dia mencatat bahwa kemajuan pesat China dalam teknologi nuklir, luar angkasa, dan dunia maya berarti bahwa Washington harus memikirkan dengan hati-hati tentang langkah selanjutnya.
"Rusia masih tetap menjadi ancaman dalam waktu dekat," kata Richard, yang dilansir Russia Today, Jumat . Dia menunjukkan bahwa Beijing akan segera menyusul Moskow sebagai musuh Washington yang paling cakap. Menurutnya, baik Rusia maupun China dapat melakukan ke level kekerasan apa pun dalam suatu krisis, termasuk menggunakan senjata nuklir dengan kemampuan destruktif unik mereka.Lihat Juga: Jaringan Internet Israel diserang Habis-Habisan Hacker China
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Partai penguasa Taiwan, Jepang bahas China dan kerja sama militerPertemuan antara partai berkuasa di Taiwan dan Jepang untuk bahas kerja sama militer, dikecam Beiijing sebagai penghinaan terhadap kedaulatan China.
Baca lebih lajut »
China dan Rusia Sepakat dan Siap Lindungi AfghanistanRusia juga ingin bekerja sama dengan China untuk memerangi terorisme dan penyelundupan obat-obatan terlarang serta mencegah risiko keamanan yang “meluap” dari Afghanistan. | Global
Baca lebih lajut »
Presiden Rusia, Presiden China Sepakat Perangi Bersama 'Ancaman' AfghanistanPresiden Rusia Vladimir Putin dan rekannya dari China, Xi Jinping, telah sepakat bahwa mereka akan meningkatkan upaya untuk melawan 'ancaman' yang muncul dari Afghanistan setelah Taliban mengambil alih kekuasaan, kata Kremlin hari Rabu (25/8). Dalam percakapan telepon, kedua pemimpin...
Baca lebih lajut »
Review Asus Vivobook Ultra 15: Cocok untuk Kerja dan MainAsus Vivobook Ultra 15 dirancang sebagai laptop stylish yang portabel tapi tetap mengedepankan performa. Seperti apa kinerjanya saat dipakai sehari-hari?
Baca lebih lajut »
Menaker Ida Harap Negara Anggota ASEAN Meningkatkan Kerja SamaMenaker Ida Fauziyah membuka Workshop Regional ASEAN tentang 'Peningkatan Peran Dan Perlindungan Perempuan Dalam Angkatan Kerja untuk Mendukung Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi'. Kemnaker
Baca lebih lajut »