Kebutuhan akan alat diagnostik yang benar-benar memberikan rasa aman tidak bisa ditawar lagi mengingat saat ini di berbagai negara telah banyak tenaga medis yang terpapar saat menangani pasien covid-19.
ALAT diagnostik covid-19 dan alat pelindung diri yang dipakai tenaga medis yang menangani covid-19 harus dipastikan kualitasnya. Hal ini sangat penting agar tidak ada lagi dokter maupun perawat yang terpapar virus tersebut dari pasien yang dirawat.
Kebutuhan akan alat diagnostik yang benar-benar memberikan rasa aman tidak bisa ditawar lagi mengingat saat ini di berbagai negara telah banyak tenaga medis yang terpapar saat menangani pasien covid-19. Hal ini menginspirasi peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung untuk mengembangkan instalasi multiguna yang salah satunya untuk mendiagnosa infeksi covid-19.Ketua Tim Peneliti FK Unisba, Maya Tejasari, mengatakan, penciptaan instalator ini terinspirasi dari banyaknya pasien yang berobat yang tidak memahami atau tidak mengetahui bahwa dirinya telah terinfeksi virus covid-19. Jika dibiarkan, ini berisiko menjadi sumber transmisi bagi orang lain. "Orang tanpa gejala menjadi tantangan bagi tenaga kesehatan untuk memastikan keamanan saat memeriksa pasien," katanya di Bandung, Selasa . Dia meyakini, risiko penularan dari pasien kepada tenaga kesehatan saat pemeriksaan sangat berpeluang terjadi sehingga diperlukan standard perlindungan yang memadai. "Pada saat ini prosedur standar pemeriksaan semua pasien di rumah sakit mewajibkan penggunaan APD yang lengkap," katanya. Namun, sampai saat ini APD yang tersedia di rumah sakit hanya sekali pakai sehingga harus diganti setiap petugas berganti pasien atau keluar dari ruang pemeriksaan. "Prosedur ini memerlukan persiapan yang cukup lama serta memberikan rasa kurang nyaman bagi petugas kesehatan," katanya. Selain itu, kondisi ini juga berdampak pada tingginya jumlah APD yang harus disediakan. Penyediaan APD yang aman, nyaman, dan dapat digunakan dalam jangka waktu panjang sangat diperlukan untuk terlaksananya prosedur penegakan diagnostik yang optimal. Oleh karena itu, pihaknya mengembangkan instalasi yang diberi nama KOPID3@ase . Alat ini merupakan instalasi multiguna yang memisahkan zona pasien dengan tenaga kesehatan secara kedap sempurna. Temuannya ini juga dilengkapi sistem tekanan negatif yang telah terkalibrasi sehingga dapat mencegah penularan virus korona. "Agar dapat mencegah transmisi termasuk covid dari pasien ke tenaga kesehatan," katanya di Bandung. Dia memastikan instalasi ini didesain secara ergonomis dengan memenuhi standard keselamatan biologi sehingga tenaga medis cukup menggunakan alat pelindung diri sederhana saat menangani pasien. Terlebih, instalasi ini juga dilengkapi alat pendukung untuk mendiagnostik seperti anamnesis, pemeriksaan fisik, rapid tes, hingga pengambilan spesimen SWAB dalam satu lokasi. "Instalasi ini tersimpan di antara zona merah dan hijau , sehingga meminimalisir risiko transmisi dari pasien ke tenaga medis atau yang lain," katanya. Selain praktis karena instalasi ini mampu melakukan banyak diagnostik dalam satu tempat, menurutnya alat inipun memiliki masa pakai yang panjang karena terbuat dari material yang memenuhi standard kesehatan. "Instalasi ini merupakan prototipe kedua dari serial Kopid protection yang dikembangkan sebelumnya," kata dia.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Wanita Pasien PDP COVID-19 Nekat Melompat dari Lantai 4 Rumah Sakit, Begini JadinyaSeorang perempuan berinisial MR, 72, pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 dikabarkan nekat melompat dari lantai empat atau ruang isolasi RS Hermina Jatinegara. PDPcorona
Baca lebih lajut »
Nevi Zuairina DPR Serahkan Bantuan APD ke 5 Rumah Sakit dan Masyarakat di SumbarAnggota Komisi VI DPR RI Hj. Nevi Zuairina, Jumat (15/5/2020) menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dan Alat Kesehatan (Alkes) ke 5 rumah sakit di Sumatera Barat. DPRRI
Baca lebih lajut »
Doa saat Terkena Demam, Masuk Angin, Sakit Gigi dan Sakit Ringan LainnyaRasulullah SAW mengajarkan kita untuk membaca doa sebagai berikut ketika kita menderita penyakit-penyakit ringan itu.
Baca lebih lajut »
BWA Salurkan 1.260 Set APD ke 36 Rumah Sakit |Republika OnlineBWA juga membagikan paket sembako kepada ustadz dan ustadzah di Tangerang.
Baca lebih lajut »
Del Piero Dirawat di Rumah SakitDel Piero sendiri yang memberitahukan kondisi terkininya lewat Instagram.
Baca lebih lajut »
Muslim India Diimbau Sholat dan Rayakan Idul Fitri di RumahMuslim India diminta Idul Fitri kali ini diisi dengan semangat memberi.
Baca lebih lajut »




