Rugi Rp 15 Triliun, Nasabah Minta OJK Kejar Dana Wanaartha Life
Jakarta, CNBC Indonesia-
Nasabah Asuransi Wanaartha Life, Johanes Buntoro mengungkapkan kekecewaanya terhadap berlarutnya persoalan gagal bayar PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha . Johanes berharap pemerintah melalui OJK bisa berupaya menarik dana yang dilarikan oleh pemilik Wanaartha Life yang sudah buron. Berdasarkan audit, dana jaminan hanya berkisaran Rp 150 miliar sementara dana yang digelapkan tembus Rp 15 triliun.
Lalu seperti apa Komisi XI mendorong penyelesaian kasus PT WAL? Selengkapnya simak dialog Syarifah Rahma dengan Anggota Komisi XI DPR RI, Puteri Komarudin dan Nasabah Asuransi Wanaartha Life, Johanes Buntoro dalam Power Lunch,
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
5 Fakta KSP Indosurya yang Bosnya Divonis Lepas: 6.000 Nasabah Rugi Rp 16 TKejaksaan Agung mengungkap 5 fakta tentang KSP Indosurya. Salah satunya 6.000 nasabah rugi Rp 16 triliun. Simak selengkapnya:
Baca lebih lajut »
Bos Indosurya Jawab Tudingan 'Bawa Kabur' Dana Nasabah Rp 106 TriliunHenry Surya melalui kuasa hukumnya menyatakan menghormati langkah jaksa mengajukan kasasi
Baca lebih lajut »
Wow! Bapanas Minta Tambahan Duit Rp1,2 Triliun, Ini Kata DPRBadan Pangan Nasional minta tambahan anggaran, nggak tanggung-tanggung, sampai Rp1,2 triliun.
Baca lebih lajut »
Netizen Bingung, Kemarin Minta Bubar, Sekarang Aremania Minta Arema FC Tetap Eksis di Liga 1Kedatangan Aremania kali ini berbeda 180 derajat dengan apa yang dilakukan pendukung Singo Edan itu pada Minggu (29/1/2023). Kantor Manajeman Areman FC di Jalan
Baca lebih lajut »
Kabar Gembira, BBM, Elpiji, dan Listrik Masih Dapat Subsidi di 2023Pemerintah telah menetapkan target subsidi energi sebesar Rp209,9 triliun dengan rincian Rp139,4 triliun untuk BBM dan LPG, serta Rp70,5 triliun subsidi listrik
Baca lebih lajut »
Capaian Kinerja Sektor ESDM 2022, dari Migas hingga MinerbaRealisasi subsidi energi pada 2022 sebesar Rp 157,6 triliun, terdiri dari subsidi BBM dan LPG sebesar Rp 97,8 triliun, serta subsidi listrik Rp 59,8 triliun.
Baca lebih lajut »