Di kalangan bikers Kota Pematangsiantar, nama H Kusma Erizal Ginting tidak asing lagi.
Selain Presiden BSA Owner Motorcylce Siantar , ia juga dipercaya sebagai Dewan Penasehat di beberapa komunitas motor di kota yang terkenal dengan becak BSA .
"Saya dari tahun 74 sudah ngumpul. Saya hobi memang dari awal. BSA Golden Flash yang merah itu pertama," ungkapnya sambil menunjukkan motor pertamanya. Kini dirinya dan Indro Warkop pun berteman. Mereka kerap bertemu saat sama-sama menjadi narasumber."Dia memang pencinta motor tua Harley, saya pecinta seluruh motor. Tapi saya sendiri dalam kehidupan biker dulu di Kota Siantar yang sarana dan prasarana, networknya jaringannya belum ada. Sampai sekarang Siantar dikenal kota biker," ungkap Rizal.
"BOMS sendiri awalnya enggak sama tukang becak. Kami bertemu sendiri-sendiri, belum ada biker di Kota Siantar ini. Dia suka, saya suka termasuk si Johan dan si Aseng, dan Toni. Berjalan sampai tahun 2005,"kata Rizal.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Becak BSA Siantar, Kendaraan yang Kental Nilai SejarahHanya di Kota Pematangsiantarlah dapat ditemukan motor gede Birmingham Small Arms atau BSA yang dijadikan becak. Ini dia bentuknya: Becak via detikoto
Baca lebih lajut »
Tunggal Putra Bidik Semifinal Kejuaraan Dunia Bulu TangkisJojo dan Anthony Sinisuka Ginting sama-sama menghuni pool atas.
Baca lebih lajut »
Persiapan Kilat, Ayushita Sempat Gamang Main Film PerburuanAyushita bahkan tak sempat mendalami peran Ningsih lewat novel asli Perburuan yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer, sumber asli dari film ini.
Baca lebih lajut »
HUT RI Ke 74: Motor Rampasan Perang Diulik di Djogjantique DayMotor rampasan perang di Djogjantique Day antara lain BSA M-20 dan M-21 produksi 1947 serta Norton dan Triump produksi sebelum 1960.
Baca lebih lajut »
Jonatan dan Anthony Ginting Ditargetkan ke SemifinalDi babak pertama Jonatan akan melawan Rajiv Ouseph (Inggris), dan nthony berhadapan dengan Georges Julien Paul (Mauritius).
Baca lebih lajut »