Di pasar, misalnya, Risma membuat pemetaan dan membatasi waktu berjualan bagi pedagang untuk memutus rantai penularan Covid-19..
TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau Risma mengatakan pemimpin harus bertindak hati-hati ketika menghadapi warga yang berpikir lebih baik mati karena Covid-19 daripada kelaparan. “Itu adalah dilema kami. Kita harus mikir sebagai pemimpin, dia mati kelaparan atau mati karena virus,” kata Risma dalam telekonferesi di acara 'Ini Budi' pada Sabtu lalu, 6 Juni 2020. 'Kita harus hati-hati.
'Meski menerapkan kebijakan PSBB , Risma melanjutkan, perekonomian di Surabaya tetap berjalan. Cara yang dilakukannya adalah menetapkan protokol di sejumlah tempat, seperti pasar, pertokoan, dan perkampungan untuk memutus mata rantai penularan.Di pasar, misalnya, Risma membuat pemetaan dan membatasi waktu berjualan bagi pedagang.“Kamu jualan hanya bisa sampai jam 09.00 malam. Kita beri sanitizer. Jadi seperti itu yang harus kita lakukan,” tutur Risma.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Satgas Lawan Covid-19 DPR Tinjau Posko Masak Covid-19Satgas Lawan Covid-19 DPR RI beserta rombongan juga berkesempatan makan siang di Posko Masak, menunya pun sama dengan yang akan didistribusikan kepada warga.
Baca lebih lajut »
GTPP Covid-19 Kepri Catat 114 Pasien Positif Covid-19 Sembuh |Republika Online114 pasien Covid-19 di Kepri sembuh setelah ikuti tes PCR dua kali
Baca lebih lajut »
Perseteruan Khofifah dan Risma Saat Tangani Covid-19 |Republika OnlinePerseteruan antara Khofifah dan Risma dinilai sangat tidak pantas
Baca lebih lajut »
519 Pasien Covid-19 di Surabaya Sembuh Dalam 5 Hari, Ini Rahasia RismaRisma senang jumlah pasien positif Covid-19 yang sembuh meningkat dalam beberapa hari terakhir. Ia yakin tren itu bisa terjaga.
Baca lebih lajut »
Jumlah Pasien Covid-19 yang Sembuh Meningkat Tajam, Risma Ungkap Peran Mobil PCRDalam 5 hari, pasien corona yang sembuh di Surabaya capai 519. Menurut Risma, hal ini tak lepas dari faktor 3T dan dukungan mobil PCR.
Baca lebih lajut »
Risma Jelaskan Mengapa Marah-marah soal Mobil PCR Covid-19Meski kecewa soal mobil PCR Covid-19, Risma mengatakan hubungannya dengan Pemprov Jawa Timur baik-baik saja.
Baca lebih lajut »