Studi dari Belanda menemukan pasien COVID-19 yang kurang vitamin K, lebih rentan tubuhnya melawan virus Corona. Simak penjelasannya di sini: Riset VirusCorona via detikinet
yang mengalami defisiensi vitamin K lebih rentan mengalami perawatan intensif atau risiko kematiannya meningkat. Vitamin K ditemukan pada sejumlah jenis keju, bayam, dan telur.
Lebih lanjut, COVID-19 pada awalnya dianggap sebagai penyakit pernapasan, akan tetapi ada banyak bukti yang menunjukkan penyakit tersebut mempengaruhi area lain dari tubuh dan menyebabkan penggumpalan darah. Vitamin K1 ditemukan terutama dalam sayuran berdaun hijau, seperti bayam, kangkung, brokoli, dan collard green. Bentuk lain, vitamin K2, hadir dalam makanan hewani dan fermentasi, seperti telur, ayam hitam, dan mentega. Vitamin K2 juga ditemukan di berbagai keju keras dan lunak, termasuk Gouda, Jarlsberg, dan Munster.Salah satu sumber kaya vitamin K2 ditemukan dalam hidangan tradisional Jepang dari kacang kedelai yang difermentasi alias natto.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
UI Gandeng Facebook Sinergikan Big Data Untuk Riset Covid-19Data yang digunakan berasal dari data yang sifatnya sudah publik, serta controlled access yang telah dibuka oleh Facebook untuk UI.
Baca lebih lajut »
Gandeng Facebook, UI Sinergikan Big Data untuk Riset Covid-19Facebook merupakan mitra yang mendukung para peneliti UI dalam menghasilkan riset dan inovasi terkini di tengah pandemi .
Baca lebih lajut »
UI Gandeng Facebook untuk Riset Covid-19 |Republika OnlineUI dan Facebook kerja sama pemanfaatan big data untuk riset Covid-19
Baca lebih lajut »
Bisakah Vitamin D Membantu Anda Terhindar dari COVID-19?Vitamin D memastikan sistem kekebalan tubuh tetap seimbang dan bereaksi dengan tepat terhadap berbagai ancaman yang masuk ke dalam tubuh. VitaminD
Baca lebih lajut »
Mitigasi Penyebaran Covid-19 di Pasar Kurang MaksimalPendisiplinan protokol kesehatan bagi pengunjung dan pedagang tersebut untuk mencegah penyebaran covid-19 di lingkungan pasar.
Baca lebih lajut »