Perubahan kehidupan yang cepat saat pandemi menjadi penyebab depresi pada anak.
REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur , Andriyanto menyebutkan, sedikitnya 16 ribu anak di wilayah setempat depresi akibat wabah Covid-19. Perubahan kehidupan yang terlalu cepat yang menjadi penyebab banyaknya masyarakat mengalami depresi, termasuk anak-anak.
"Bahwa di tahun 2019 kita memang sukses menurunkan angka stunting. Namun, tahun 2020 ada survei ketahanan pangan, ternyata kecukupan pangan anak turun drastis. Orang tua banyak yang mengalami PHK, sehingga persoalan ekonomi menjadi cacat," ujarnya. Pendiri Yayasan Alit Indonesia, Yuliati Umrah mengatakan, untuk membiasakan anak disiplin melaksanakan protokol kesehatan harus diawali oleh orang tuanya. Karena, kata dia, mereka adalah manusia peniru.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
DP3AK: 16 Ribu Anak di Jatim Depresi Akibat Covid-19 |Republika OnlineSaat ini ketahanan keluarga sedang diuji,sebab banyak persoalan akibat pandemi muncul
Baca lebih lajut »
Dari 16 Korban Meninggal Akibat DBD di Tasikmalaya, 11 di Antaranya Pasien AnakKorban meninggal anak-anak untuk kasus DBD di Tasikmalaya tinggi, anak-anak rawan terjangkit DBD.
Baca lebih lajut »
UEFA Youth League Dilanjutkan 16 Agustus |Republika OnlineBabak 16 besar akan dimainkan pada 16 Agustus di Nyon.
Baca lebih lajut »
Hingga Juni, Program Padat Karya Kempupera Baru Tersalurkan Rp 2,16 TKempupera mengalokasikan Rp 11,44 triliun untuk program Padat Karya Tunai (PKT) rutin di tahun 2020. Hingga pertengahan Juni 2020, baru 17,9 persen tersalurkan.
Baca lebih lajut »
Memanfaatkan Big Data untuk Kegiatan Riset di Masa PandemiAgar para peneliti tetap dapat melakukan riset di tengah pandemi, ada beberapa metode penelitian yang dapat digunakan sebagai alternatif, salah satunya yaitu dengan memanfaatkan big data.
Baca lebih lajut »
LIPI: Metode Digital Alternatif Riset Saat Pandemi |Republika OnlineMasa pandemi, peneliti sulit melakukan pertemuan fisik dengan sumber data.
Baca lebih lajut »