Hampir 4.000 atau sekitar 40 persen dari unit truk yang beroperasi sudah tua.
REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Ketua Umum DPC Organda Khusus Tanjung Perak Surabaya, Kody Lamahayu Fredy mengungkapkan, hampir 4.000 atau sekitar 40 persen dari 9.000 unit truk yang beroperasi di wilayahnya sudah tua. Maka dari itu, dia mendesak perusahaan yang armada truknya menggunakan fasilitas Tanjung Perak untuk melakukan peremajaan.
Baca Juga Kody mengakui masih adanya beberapa perusahaan yang belum patuh terhadap pengendalian over dimensi over loading bagi truk-truk yang berkegiatan bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak. Jika truk-truk tua tersebut terus dipertahankan, menurutnya harus sering diperiksa dan dilakukan perbaikan.
Kody menegaskan, pihaknya akan terus memperingatkan perusahaan-perusahaan agar mengikuti aturan pemerintah terkait pengendalian ODOL bagi truk-truk yang melebihi kapasitas angkut dan dimensinya. Menurutnya, program pemerintah ini harus terus didukung dan disosialisasikan. Apalagi, pada 2021, akan ditetapkan kendaraan bebas pelanggaran ODOL.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Organda Pelabuhan Tanjung Perak desak peremajaan trukOrganisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Khusus Tanjung Perak Surabaya, mendesak perusahaan yang menggunakan fasilitas pelabuhan tersebut melakukan ...
Baca lebih lajut »
Kronologi Aksi Berani Sopir Truk Kejar hingga Tabrak Mobil PerampokDengan modal keberanian, korban mengejar dari tempat kejadian perkara di Cikupa hingga Balaraja Timur, lalu menabrakan truk ke mobil kawanan perampok.
Baca lebih lajut »
Perampok yang Ditabrak Sopir Truk Kabur, Satu Orang Merupakan ResidivisWakapolres Tangerang Kota, AKBP Komarudin mengatakan, identitas kelima pelaku disebut sudah diketahui, bahkan satu di antaranya merupakan residivis.
Baca lebih lajut »
Polisi Apresiasi Tindakan Sopir Truk yang Tabrak Mobil Perampok di Jalan Tol BalarajaPolisi menilai, apa yang dilakukan sopir sekaligus korban bernama Angga Fernando membantu mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.
Baca lebih lajut »