Bos ID Food mengatakan, spesifikasi gula Brasil dan Thailand berbeda.
Foto: Suasana aktivitas bongkar muat gula kristal merah dari India sebanyak 2.000 ton di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis . - Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia atau ID Food, Frans Marganda Tambunan menyebut spesifikasi gula Brasil lebih mendekati spesifikasi gula yang dibutuhkan Indonesia, dibandingkan dengan gula Thailand yang cenderung lebih putih. Hal ini membuat Indonesia lebih mengutamakan membuka keran impor lebih besar untuk gula asal Brasil.
Hanya saja, dia mengakui, untuk melakukan importasi gula dari Brasil sejumlah persiapan, utamanya dalam waktu pengiriman dan sebagainya itu harus benar-benar dipertimbangkan. Sebab, masa persiapan karena shipping time atau waktu pengiriman dari Brasil ke Indonesia mungkin membutuhkan waktu 5 minggu, ditambah ada persiapan produk sekitar 2 minggu. Maka proses tersebut kurang lebih membutuhkan waktu 7 minggu atau hampir 2 bulan.
Frans tak menampik kalau Indonesia memang masih harus melakukan importasi gula, baik untuk kebutuhan konsumsi maupun industri. Impor dalam bentuk gula mentah oleh industri swasta dan BUMN, serta gula konsumsi yang hanya bisa dilakukan oleh BUMN.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Utamakan Delegasi KTT ASEAN 2023, Kemenhub Berlakukan Skema Limited Operation di Bandara Soekarno-HattaSkema limited operation diberlakukan mulai dari tanggal 3 hingga 8 September 2023 untuk pembatasan alokasi parkir pesawat komersial.
Baca lebih lajut »
Panglima TNI Bicara Soal Upaya Penyelamatan Pilot Susi Air: Tetap Utamakan PersuasifPanglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono menegaskan bahwa akan terus menggunakan pendekatan secara persuasif dalam upaya penyelamatan pembebasan pilot Susi Air.
Baca lebih lajut »
Utamakan Kesehatan Masyarakat dengan 4 Layanan Unggulan, Salah Satunya Jantung dan Pembuluh DarahEmpat layanan unggulan yaitu Jantung dan Pembuluh Darah, Pusat Layanan Kanker, Ibu dan Anak serta Trauma dan Orthopedi.
Baca lebih lajut »
Bos Telkom Bicara Tantangan Digital RI, Ga Cuma InfrastrukturFajrin Rasyid bicara tantangan yang dihadapi Telkom dalam membangun infrastruktur digital RI.
Baca lebih lajut »
Bos Pertamina Ungkap Bisnis Baru ASEAN: Perdagangan Karbon!Dirut Pertamina Nicke Widyawati menjabarkan mengenai perdagangan karbon
Baca lebih lajut »