Sebanyak 22 komoditas hasil pertambangan masuk dalam klasifikasi mineral strategis oleh Kementerian ESDM.
Kamis, 04 Apr 2024 16:53 WIB Hal ini tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 69.K/MB.01/MEM.B/2024 tentang Penetapan Jenis Komoditas yang Tergolong Dalam Klasifikasi Mineral Strategis, yang diteken pada 1 April 2024.
"Dalam rangka optimalisasi hilirisasi mineral di dalam negeri untuk pengembangan industri strategis dan mendukung pemanfaatan mineral guna meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat nasional maupun internasional, perlu menetapkan kriteria dan klasifikasi mineral yang tergolong mineral strategis," seperti tertulis dalam aturan itu, dikutip Kamis .
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Jadi Incaran Dunia, RI Tetapkan 22 Komoditas Jadi Mineral StrategisPemerintah tetapkan 22 komoditas jadi mineral strategis
Baca lebih lajut »
Jadi Tersangka Baru Perkara Komoditas Timah, ALW Berperan Ajak Swasta Kerja Sama Hasil Tambang IlegalPenyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI baru saja menetapkan kembali satu
Baca lebih lajut »
ESDM Tetapkan 22 Komoditas Jadi Mineral Strategis RI, Ini DaftarnyaMenteri ESDM Arifin Tasrif menetapkan 22 komoditas sebagai mineral strategis, beberapa di antaranya nikel dan timah.
Baca lebih lajut »
Wow, 1.215 Tambang Ditetapkan Jadi Wilayah Pertambangan RakyatKementerian ESDM tetapkan sebanyak 1.215 tambang menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR)
Baca lebih lajut »
Harga Komoditas Tambang Naik Awal April, Kemendag Ungkap PenyebabnyaSebagian besar komoditas produk pertambangan yang dikenakan bea keluar (BK) mengalami peningkatan harga dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Baca lebih lajut »
Banggar DPR: Urusan Pangan Dijadikan Komoditas Politik, Orang Miskin Jadi Aset ElektoralLebih menyedihkan urusan pangan dijadikan komoditas politik pemilu oleh penguasa. Bahkan, orang miskin jadi aset elektoral.
Baca lebih lajut »