RI Kini Larang Ekspor Tembaga, Ekosistem Bakal Terintegrasi?
Jakarta, CNBC Indonesia-
Setelah Nikel, Presiden Joko Widodo bersiap merealisasikan aturan larangan bahan mentah bauksit dan tembaga di pertengahan tahun 2023. Plh Direktur Eksekutif IMA, Djoko Widajatno berharap larangan ekspor mineral mentah mampu mendorong nilai tambah komoditas, sehingga mampu menambah penerimaan negara dan menyerap tenaga kerja.
Seperti apa dampak larangan ekspor mentah bagi ekosistem pengelolaan hasil mineral tambang RI? Selengkapnya saksikan dialog Bramudya Prabowo dengan Plh Direktur Eksekutif IMA, Djoko Widajatno dalam Closing Bell,
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Larang Ekspor Tembaga Pertengahan Tahun 2023, Ini Mimpi Besar JokowiPresiden Joko Widodo akan menghentikan ekspor tembaga pada pertengahan tahun 2023.
Baca lebih lajut »
Setelah Nikel, Tembaga, dan Bauksit, Kini Batu Bara Didorong untuk HilirisasiKebijakan reformasi struktural yang dibuat pemerintah untuk mendorong basis ekonomi dari basis komoditas menjadi basis produk terus digencarkan.
Baca lebih lajut »
Pengumuman! Jokowi Setop Ekspor Tembaga Pertengahan Tahun IniPresiden Jokowi menyebutkan akan menyetop ekspor tembaga pada pertengahan tahun ini
Baca lebih lajut »
Jokowi Bakal Setop Ekspor Tembaga Pertengahan Tahun IniPresiden Jokowi menyebut bahwa larangan ekspor mineral mentah akan dilanjutkan untuk komoditas tembaga pada tahun ini.
Baca lebih lajut »
Jokowi Pertimbangkan Setop Ekspor Tembaga dan Bauksit Tahun IniPresiden Joko Widodo (Jokowi) mempertimbangkan akan menyetop ekspor tembaga dan bauksit pada pertengahan tahun ini.
Baca lebih lajut »
Jokowi Setop Ekspor Tembaga Pertengahan Tahun Ini!Ekspor komoditas tambang dibatasi, setelah nikel dan bauksit, Presiden Jokowi menyatakan tembaga juga bakal dilarang untuk diekspor tengah tahun ini.
Baca lebih lajut »