RI Dinilai Masih Perlu Banyak Ahli Intelijen untuk Kepentingan Negara

Indonesia Berita Berita

RI Dinilai Masih Perlu Banyak Ahli Intelijen untuk Kepentingan Negara
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 VIVAcoid
  • ⏱ Reading Time:
  • 56 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 26%
  • Publisher: 90%

Dunia intelijen relevan menyesuaikan perkembangan zaman. Meski rahasia dan tertutup, dunia intelijen butuh kapasitas intelektual yang baik.

Demikian disampaikan Kepala Pusat Keamanan Nasional Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Hermawan Sulistyo, dalam dikusi bedah

‘Pembangunan Jaringan’ di Kampus 2 Ubhara Jaya. Dia mengatakan dunia intelijen selalu menarik karena penuh rahasia dan serba tertutup.Meski tertutup, kata dia, dunia intelijen tetap membutuhkan kapasitas intelektual yang baik. Menurut dia, intel, reserse dan akademisi merupakan satu kluster yang saling terkait satu sama lain.

Bagi dia buku Pembangunan Jaringan yang ditulis intelijen senior Yohannes Wahyu Saronto ini mengupas banyak hal terkait konsep, metode dan pengembangan jaringan. Namun, tidak hanya organisasi intelijen tapi juga untuk bisnis, sosial dan pendidikan. "Buku ini untuk kebutuhan masyarakat. Saya tulis bukan hanya untuk komunitas intelijen. Tetapi terkait masalah-masalah ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan. Buku ini bisa digunakan siapa saja," kata Wahyu, dalam keterangannya, yang dikutip pada Minggu, 12 Februari 2023.

Salah seorang pembicara lainnya, Laksamana Muda Tentara Nasional Indonesia Ivan Yulivan menyampaikan dengan pesatnya perkembangan teknologi canggih, saat ini orang bisa diam di rumah. Tapi, informasi masuk dengan sendirinya.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

VIVAcoid /  🏆 3. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

'Banyak Anak, Banyak Rezeki' Masihkah Berlaku?'Banyak Anak, Banyak Rezeki' Masihkah Berlaku?Di zaman sekarang yang semuanya serba mahal dan keadaan ekonomi yang sedang lesu, apakah kalimat tersebut masih relevan untuk dipercayai?
Baca lebih lajut »

Namanya Masuk jadi Cagub DKI Jakarta dari PDI-P, Gibran: Terima Kasih, Masih Banyak BelajarNamanya Masuk jadi Cagub DKI Jakarta dari PDI-P, Gibran: Terima Kasih, Masih Banyak BelajarMenanggapi hal ini, Gibran mengaku masih junior sehingga perlu banyak belajar dibandingkan tiga nama lainnya yang sarat pengalaman.
Baca lebih lajut »

Biaya Haji Naik, Komisi VIII DPR Akui Kecewa dengan BPKH |Republika OnlineBiaya Haji Naik, Komisi VIII DPR Akui Kecewa dengan BPKH |Republika OnlineBPKH dinilai masih bertahan dalam investasi di sukuk dan penyertaan modal.
Baca lebih lajut »

Indonesia Butuh Banyak Ahli Intelijen untuk Kepentingan NegaraIndonesia Butuh Banyak Ahli Intelijen untuk Kepentingan NegaraIndonesia masih membutuhkan banyak ahli intelijen untuk kepentingan negara, termasuk menjadi landasan pembuatan kebijakan.
Baca lebih lajut »

Tidak Mandi 1 Bulan, Apa yang Terjadi pada Tubuh? |Republika OnlineTidak Mandi 1 Bulan, Apa yang Terjadi pada Tubuh? |Republika OnlinePro dan kontra mengenai apakah perlu mandi setiap hari, masih terus bergulir.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-28 02:28:03