Putusan hakim sudah dirasa tepat karena apabila tidak dijerat hukuman, maka dapat menyakiti keluarga bocah balita yang menjadi korban pembunuhan NF.
Rumah pelaku pembunuhan bocah berusia lima tahun di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat, diberi garis polisi. Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memvonis dua tahun penjara kepada remaja NF , atas kasus pembunuhan seorang balita A di Sawah Besar Jakarta Pusat pada Maret 2020 lalu.
Sejumlah pemerhati anak memberikan tanggapannya atas vonis yang diberikan kepada bocah NF. Komisioner Bidang Pendidikan KPAI Retno Listyarti mengatakan, KPAI sangat menghormati keputusan hakim yang memberikan kesempatan NF untuk menjalani hukuman penjara di tempat rehabilitasi. "Kalau dibebaskan akan menyakiti keluarga yang menjadi korban. Jadi yang bersangkutan memang bersalah. Dia melakukan aksinya karena melampiaskan amarahnya, tidak ada rehabilitasi psikologi. Apalagi dia merasa pemerkosaan ini akan terjadi lagi. Jadi ada ketakutan dan kemarahan di dalam dirinya. Dalam situasi sulit itu, anak kalau tidak bunuh diri, akan menyakiti orang lain," tambah Retno.
Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, Seto Mulyadi mendukung agar NF bisa menjalani rehabilitasi dengan baik selama menjalani masa di LPKS Handayani.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Pemkot Depok Beri Hadiah 17 Remaja Tepat Berusia 17 Tahun |Republika OnlineTahun sebelumnya, ibu yang melahirkan pada 17 Agustus yang menjadi sasaran.
Baca lebih lajut »
Dua Remaja Tewas Akibat Tawuran di Jalan Pramuka |Republika OnlineAditya mengalami luka bacok di perut kiri bawah, punggung dan lecet di kaki.
Baca lebih lajut »
Tawuran di Matraman, Dua Remaja TewasKeterangan saksi mata menyebutkan kedua korban sedang nongkrong di sekitar TKP. Lalu muncul sekitar 15 pelaku yang datang menggunakan sepeda motor
Baca lebih lajut »
Pesta Miras, Warga Amankan Lima Remaja di Depok |Republika OnlinePeggerebekan dilakukan di sebuah rumah kontrakan.
Baca lebih lajut »